Mau coba energy bar yang dibuat dari tepung jangkrik ini?
Merdeka.com - Beberapa tahun belakangan daging sapi dan hewan yang selama ini dikonsumsi sebagai sumber protein hewani dituding membawa efek negatif untuk kesehatan tubuh, antara lain menyebabkan kolesterol dan kanker. Karena itulah belakangan ini sumber protein hewani alternatif mulai dilirik.
Exo, sebuah perusahaan makanan yang berbasis di Los Angeles, California, telah membuat terobosan baru dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani yang relatif lebih rendah risiko bagi kesehatan. Dilaporkan DailyMail perusahaan ini mengeluarkan energy bar (makanan suplemental penambah energi instan dalam bentuk batangan) yang terbuat dari serangga, yaitu jangkrik. Makanan penambah energi ini mengandung tepung jangkrik yang dibuat dengan mengeringkan dan menggiling jangkrik.
Makanan penambah energi instan ini adalah gagasan dari Gabi Lewis dan Greg Sewitz, pendiri Exo. Penelitian yang dilakukan oleh dua pria ini menemukan bukti bahwa jangkrik mengandung protein sebanyak 69 persen dari keseluruhan berat keringnya, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan fillet dada ayam dan sirloin steak. Serangga 20 kali lebih efisien sebagai sumber protein dibandingkan sapi. Selain itu serangga juga menghasilkan emisi metana 80 kali lebih rendah daripada sapi karena dari sisi pemeliharaan serangga hanya memerlukan sedikit lahan, air, dan pakan.



Photo by DailyMail
Batangan penambah energi ini dikemas dalam tiga varian rasa, yaitu Cacao Nut, Peanut Butter, dan Jelly. Jika tidak memperhatikan komposisi yang tercantum di kemasannya, orang tidak akan menyadari perbedaannya dengan energy bar biasa yang banyak beredar di pasaran. Walaupun begitu tidak mudah bagi keduanya untuk mensosialisasikan produk buatan perusahaan mereka kepada masyarakat.
Gabi dan Greg beranggapan kalau orang barat punya pandangan skeptis terhadap serangga sebagai bahan makanan. Padahal serangga merupakan salah satu sumber gizi yang tinggi dan relatif rendah risiko bagi kesehatan manusia. Ada yang yang menolak untuk mencicipi karena tak yakin makanan tersebut 'ramah' terhadap saluran cerna mereka. Tetapi keduanya optimis begitu orang-orang yang skeptis terhadap makanan ini mencoba, mereka akan segera berubah pikiran begitu merasakan perbedaannya.

Photo by DailyMail
Gabi dan Greg berharap produk mereka kelak akan membuka jalan bagi penelitian mengenai sumber bahan pangan alternatif di masa depan. Sementara itu meskipun ide mereka dianggap cukup cemerlang dan inovatif, banyak yang tidak yakin produk ini bisa diterima di pasaran.
"Jika saya boleh jujur, kedengarannya agak konyol. Anda bisa mendapatkan cukup protein yang sangat baik tanpa perlu makan jangkrik," kata Jack Braniff, seorang personal trainer kepada MailOnline. "Penelitian ini memang menarik, terutama poin tentang metana, tetapi saya masih lebih suka steak."
Bagaimana dengan Anda? Tidak keberatan mencoba makan energy bar dari jangkrik ini demi kesehatan? (mdk/tsr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya