Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fakta, patah hati benar-benar mematikan!

Fakta, patah hati benar-benar mematikan! ilustrasi patah hati. ©2013 Merdeka.com/shutterstock/Domagoj Burilovic

Merdeka.com - Kebanyakan orang mengalami patah hati ketika sebuah hubungan spesial harus berakhir. Banyak orang berpikir bahwa dunianya berakhir ketika patah hati.

Mungkin Anda menilai anggapan itu lebay. Tapi, seperti dilansir dari yourtango.com, penelitian terbaru menunjukkan bahwa patah hati benar-benar dapat membunuh orang yang merasakannya.

Hal ini dinamakan sindrom patah hati dan biasanya terjadi setelah seseorang kehilangan orang yang dicintainya atau berakhirnya sebuah hubungan. Para peneliti dari Beth Israel Deaconess Medical Center menemukan bahwa risiko seseorang terkena serangan jantung meningkat sebanyak 21 kali dalam 24 jam pertama setelah kehilangan orang yang dicintainya atau sedang mengalami patah hati.

Selama lima tahun, para peneliti mewawancarai 2.000 pasien penderita serangan jantung, menanyai mereka tentang pemicu dari penyakit tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa risiko serangan jantung 8 kali lebih tinggi dari biasanya selama seminggu setelah kematian orang yang dicintai.

Risiko sindrom patah hati

patah hati rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Walaupun perlahan menurun, risiko tersebut tetap tinggi setidaknya selama satu bulan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kesehatan seseorang menurun setelah kematian orang terdekat dan hal ini dinyatakan sebagai sindrom patah hati.

Para peneliti mengasosiasikan peningkatan risiko dengan perasaan depresi, kecemasan, dan kemarahan yang datang bersama kesedihan. Perasaan ini dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, membuat darah cenderung menggumpal, akhirnya menyebabkan serangan jantung.

Perasaan emosional dan patah hati sebenarnya dapat menyebabkan kerusakan, mengarah kepada serangan jantung dan patah hati secara fisik. Kematian orang yang dicintai dapat menyebabkan begitu banyak rasa sakit emosional atau patah hati yang pada berakhir pada rasa sakit fisik.

Sumber: Liputan6.com

Sakit di 5 bagian tubuh ini

5 bagian tubuh ini rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Khusus pada wanita yang hancur hatinya, sakit juga dirasakan di lima bagian tubuh, seperti dilansir dari situs Vemale.com. Sakit tersebut menjalar mulai dari sakit perut hingga jerawatan. Secara umum, wanita patah hati akan merasakan lima hal berikut:

Sakit di sekujur tubuhHormon stres dan pikiran negatif berkomplot untuk membuat wanita merasakan sakit di sekujur tubuh saat merasakan sakit hati karena cinta. Pertama-tama, pikiran negatif akan memicu hormon stres meningkat. Setelah itu, Anda bisa merasa pusing dan sakit di seluruh tubuh karena aliran darah meningkat.

Sakit PerutSistem saraf Anda tertekan saat stres karena patah hati, pada akhirnya tekanan ini akan berpengaruh secara langsung pada sistem pencernaan. Akibatnya Anda bisa merasakan sakit perut ataupun mual.

Menurunnya sistem kekebalan tubuhKekecewaan karena patah hati dapat mengganggu kekebalan tubuh yang berpengaruh terhadap kerusakan sel. Virus menjadi lebih mudah masuk sehingga Anda cepat sakit seperti flu dan meriang.

Terganggunya kesehatan kulit Saat patah hati, hormon kortisol yang erat kaitannya dengan stres akan meningkat. Ketika hormon ini meningkat, maka berpengaruh juga pada kesehatan kulit yang akan semakin banyak memproduksi minyak di dalam kulit. Tak heran, ketika stres karena putus cinta banyak wanita yang malah menjadi jerawatan dan timbul komedo.

Rambut rusakKetika Anda merasakan patah hati yang begitu dalam maka pertumbuhan rambut menjadi terganggu. Hal tersebut disebut sebagai fase telogen effluvium, di mana rambut berhenti tumbuh atau mulai rontok.

BACA JUGA: 

5 Cara ampuh bertahan dari patah hati

5 Pelajaran tersembunyi di balik patah hati

 

(mdk/ita)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP