Cerita Kelam Gulag Komunis di Karlag
Merdeka.com - Dulu di tempat ini ratusan ribu orang tewas mengenaskan karena kelaparan, siksaan atau wabah penyakit. Ini cerita dari lorong-lorong kelam Gulag Stalin di Karlag.
Pemimpin Uni Soviet saat itu Joseph Stalin memaksa jutaan orang melakukan kerja paksa. Hal ini merupakan kebijakan Partai Komunis saat itu untuk menciptakan pusat produksi massal yang dikerjakan secara komunal.
Tempat Pembuangan Lawan Politik Stalin
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comGulag atau Kamp kerja paksa di Karlag didirikan tahun 1931. Tentara Merah memaksa ratusan ribu orang pindah dari tanah kelahiran mereka. Jauh melintasi Pegunungan Ural, ke sebuah tempat terpencil di Karaganda. Inilah Gulag terbesar di dunia sepanjang sejarah Uni Soviet.
Tempat ini juga dipakai Stalin sebagai tempat pembuangan narapidana dan lawan-lawan politiknya. Mereka yang dianggap melanggar artikel 58 dan bertentangan dengan Revolusi Uni Soviet, dipastikan mati mengenaskan di sini.
Saksi Bisu Penyiksaan dan Kematian
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPara pekerja tidur berjejal di ranjang jerami berlapis karung goni. Mereka tak mendapatkan cukup makanan dan obat-obatan.
"Mereka jelas tak akan sanggup menahan musim dingin di Kazakhstan yang bisa tembus minus 40 derajat Celcius," kata Maria, guide Museum Karlag yang memandu kami.
Maria menjelaskan tawanan di Karlag terdiri dari berbagai ras dan bangsa. Ada Kazakh, Uzbekistan, Korea, Ukraina, Chechnya hingga Jerman.
"Istri dan anak-anak juga dibawa ke sini. Mereka dipisahkan. Seringkali anak anak tak bisa bertahan dan meninggal," kata Maria lagi.
Foto-foto tentang mayat yang ditumpuk dalam gerobak. Atau cerita tentang penyiksaan yang dilakukan para administrator Gulag menambah kelam sejarah pendudukan Uni Soviet di sini.
Berubah Fungsi Menjadi Museum Setelah Soviet Runtuh
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKisah mengerikan di Karlag baru berakhir tahun 1959 setelah pemerintahan komunis Uni Soviet memutuskan menutup Gulag ini. Setelah Uni Soviet tumbang dan Kazakhstan merdeka tahun 1991, Karlag dijadikan museum. Sebagai pengingat betapa manusia bisa menjadi sangat kejam pada manusia lain.
Museum Karlag terbuka untuk umum. Namun sayangnya tak semua koleksi juga dilengkapi dengan Bahasa Inggris.
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya