Girl group asal Korea Selatan, Kiss Of Life, yang sedang naik daun sejak debut pada Juli 2023, resmi membatalkan penampilannya di festival musik K-pop terbesar, KCON LA 2025. Kabar ini tentu mengecewakan banyak penggemar, apalagi Kiss Of Life dijadwalkan tampil bersama artis papan atas K-pop lainnya dalam festival yang digelar 1–3 Agustus 2025 di Crypto.com Arena dan LA Convention Center.
Namun, di balik pembatalan tersebut tersimpan kisah yang cukup kompleks: kontroversi cultural appropriation yang melibatkan grup ini dalam siaran langsung ulang tahun salah satu anggotanya.
Advertisement
Kontroversi Live Ulang Tahun Julie
Semua bermula pada 2 April 2025 lalu, ketika Kiss Of Life menggelar livestream ulang tahun untuk anggota Julie. Dalam siaran tersebut, para anggota: Julie, Belle, Natty, dan Haneul tampil dengan tema “old-school hip-hop.” Mereka mengenakan pakaian dan aksesori seperti rantai emas besar, topi khas hip-hop era 90-an, serta gaya rambut cornrows — sebuah gaya yang sangat terkait dengan budaya Afrika-Amerika.
Tak hanya soal penampilan, para anggota juga menggunakan logat dan gaya bicara yang dianggap oleh banyak orang sebagai stereotip rasial. Tindakan ini dengan cepat memicu respons negatif dari publik internasional, yang menuding mereka melakukan cultural appropriation alias perampasan budaya.
Tak butuh waktu lama, media sosial meledak dengan kritik. Klip dari siaran itu menjadi viral dan dalam hitungan hari, Kiss Of Life kehilangan lebih dari 200 ribu pengikut di media sosial mereka. Isu ini menjadi perbincangan hangat hingga menyebabkan tekanan besar terhadap agensi mereka, S2 Entertainment.
Advertisement
Permintaan Maaf dan Dampaknya
Menanggapi kontroversi tersebut, S2 Entertainment mengeluarkan pernyataan resmi pada 6 April 2025. Mereka mengakui bahwa tindakan para member tidak sensitif secara budaya dan menyampaikan permintaan maaf. Hal ini juga diikuti oleh permintaan maaf tulisan tangan dari para member Kiss Of Life.
“Kami menyesal atas tindakan kami dan telah belajar banyak dari situasi ini. Ke depannya, kami akan lebih berhati-hati dalam memahami dan menghormati budaya lain,” tulis salah satu anggota. Namun, meskipun sudah meminta maaf, dampak dari insiden ini ternyata lebih besar dari yang diperkirakan.
Advertisement
Batal Tampil di KCON LA 2025
Pada 17 Mei 2025 KST, pihak KCON LA 2025 secara resmi mengumumkan bahwa Kiss Of Life tidak akan tampil di acara tahun ini. Melalui pernyataan di akun X @kconusa, mereka menjelaskan bahwa keputusan ini adalah hasil diskusi panjang antara KCON dan agensi S2 Entertainment.
“Kami dengan tulus meminta maaf kepada para penggemar yang telah menantikan penampilan mereka, dan kami mohon pengertian Anda,” tulis pihak penyelenggara dikutip dari Allkpop dan Soompi.
Meski banyak fans yang kecewa, sebagian lainnya menganggap keputusan ini adalah langkah bijak.
“Ini menyedihkan bagi seseorang yang ingin melihat mereka di KCON. Namun, saya pikir ini yang terbaik karena orang-orang masih bersemangat dengan live-nya dan mereka benar-benar butuh istirahat, karena jadwal mereka sudah penuh,” tulis seorang netizen.
Pihak KCON pun berkomitmen bahwa meskipun Kiss Of Life batal tampil, acara tetap akan berlangsung meriah dengan sederet bintang K-pop lainnya.
Advertisement
Apa Itu Cultural Appropriation?
Kontroversi yang menimpa Kiss Of Life membuka kembali diskusi publik tentang istilah “cultural appropriation”. Istilah ini merujuk pada tindakan ketika seseorang — biasanya dari kelompok dominan — mengambil elemen dari budaya kelompok minoritas tanpa pemahaman, izin, atau penghormatan yang layak.
Menurut laman Very Well Mind, praktik ini menjadi problematis ketika simbol atau tradisi budaya digunakan sebagai “kostum” atau tren, tanpa menyadari makna historis dan sosial yang melekat padanya.
Contoh umum dari cultural appropriation meliputi:
1. Gaya rambut seperti cornrows atau dreadlocks,
2. Pakaian tradisional yang dikenakan di luar konteks budaya aslinya,
3. Tarian dan musik dari komunitas minoritas yang dijadikan hiburan tanpa kredit,
4. Simbol keagamaan yang digunakan sebagai aksesori fesyen.
Dalam kasus Kiss Of Life, penggunaan estetika hip-hop — termasuk logat, aksesori, dan gaya rambut — dinilai mengeksploitasi budaya Afrika-Amerika tanpa memahami sejarah panjang perjuangan dan diskriminasi yang terkait dengannya.
Advertisement
Bagaimana Cara Menghindari Cultural Appropriation?
Sebagai publik figur global, termasuk idol K-pop yang punya pengaruh besar, penting untuk bersikap sensitif terhadap budaya lain. Beberapa cara untuk menghindari cultural appropriation antara lain:
1. Riset dan Edukasi Diri
Sebelum mengadopsi elemen budaya lain, pahami dulu latar belakang dan maknanya. Cari tahu apakah elemen tersebut memiliki sejarah khusus atau berhubungan dengan identitas kelompok tertentu.
2. Libatkan Suara dari Budaya Asli
Jika ingin mengangkat budaya lain, libatkan seniman atau komunitas dari budaya tersebut sebagai kolaborator, bukan hanya inspirasi.
3. Berikan Kredit yang Layak
Jangan hanya meniru, tapi juga beri penghargaan. Sebutkan sumber inspirasi atau asal budaya dengan jujur dan hormat.
4. Hindari Stereotip dan Karikatur
Menggunakan logat, pakaian, atau gerakan yang meniru secara berlebihan bisa memperkuat stereotip negatif, dan bukan bentuk penghormatan.
Kasus yang menimpa Kiss Of Life menjadi pengingat bahwa dalam era globalisasi budaya, pertukaran budaya seharusnya dilakukan dengan rasa hormat dan pemahaman mendalam, bukan sekadar estetika.
Meski mereka telah menyampaikan permintaan maaf, insiden ini memberikan pelajaran penting — tidak hanya bagi industri K-pop, tetapi juga bagi para penggemar dan publik luas — bahwa keberagaman budaya bukanlah kostum yang bisa dikenakan sesuka hati.
Diharapkan, dengan waktu dan introspeksi, Kiss Of Life dapat bangkit kembali dengan lebih dewasa dan sensitif terhadap isu-isu budaya global.