15 Fakta seru tentang Wiro Sableng, si pendekar kapak maut naga geni 212
Merdeka.com - Sudah sering melihat poster film Wiro Sableng dan tagar #siapsableng wira-wiri di jejaring sosial? Meskipun jadwal tayangnya masih enam bulan lagi, sounding film ini memang sedang gencar-gencarnya.
Berkat teaser yang cukup menjanjikan, adaptasi teranyar Wiro Sableng menjadi salah satu film paling dinanti di tahun 2018. Fans maupun mereka yang belum akrab dengan sosok si pendekar sableng berharap banyak terhadap film ini.
Sebelum kita menonton filmnya nanti, apa saja yang perlu diketahui tentang Wiro Sableng? Berikut ini kami sajikan deretan fakta dan informasi mengenai si pendekar 212. Kamu yang belum sempat menikmati zaman kejayaan novel atau sinetronnya juga perlu tahu.
Cersil dengan citarasa lokal karya Bastian Tito

Buku cersil Wiro Sableng ©2018 Merdeka.com
Dari tahun 60-an sampai 90-an, para penikmat fiksi Indonesia tengah tergila-gila dengan cersil atau cerita silat. Fiksi wuxia dari Tiongkok maupun kisah para pendekar tanah air selalu laris manis. Salah satu cerita silat yang paling sukses saat itu adalah serial Wiro Sableng yang dikarang oleh Bastian Tito.
Bastian Tito mulai menulis kisah Wiro sejak tahun 1960-an. Saat itu dia sempat menggunakan nama pena Bastian BA. Almarhum menuliskan satu kisah petualangan Wiro dalam waktu yang cukup singkat, rata-rata tiga minggu saja. Sekali tulis dia bisa menyelesaikan dua hingga tiga buku.
Meskipun proses penulisannya cepat, Bastian tidak membuat novel Wiro Sableng dengan asal-asalan. Beliau rajin melakukan riset dengan mengunjungi berbagai daerah. Berbekal alat perekam, Bastian mendokumentasikan cerita mengenai kondisi alam, adat-istiadat, legenda, maupun mitos setempat untuk dimasukkan ke dalam novelnya.
Saking terkenalnya sampai cetak ulang
Kisah Wiro Sableng begitu dicintai para penggemar cersil. Rata-rata setiap judul terjual hingga 800.000 eksemplar.
Setelah meledak di tahun 1980-an, dua novel Wiro Sableng diterbitkan kembali pada tahun 90-an untuk memenuhi permintaan pasar. Dua judul itu adalah Makam Tanpa Nisan dan Guci Setan. Penjualan dua judul tersebut juga berhasil menyentuh angka 900.000, jumlah yang luar biasa pada masa itu.
Senjatanya nggak cuma kapak

Film Wiro Sableng (2018) ©2018 Instagram/wirosablengsofficial
Sosok Wiro Sableng memang identik dengan kapak naga geni 212. Tetapi sebenarnya senjata andalan Wiro bukan cuma kapak bermata ganda itu.
Di dalam kapak naga geni saja tersembunyi dua senjata rahasia. Ada jarum beracun yang tersembunyi di dalam gagangnya. Sementara gagang kapak itu sendiri bisa difungsikan sebagai seruling. Suara yang dihasilkan begitu dahsyat dan mematikan.
Seperti ninja dari cerita laga Jepang, Wiro Sableng juga memiliki senjata sejenis shuriken. Bentuknya menyerupai bintang dengan ujung-ujung yang tajam.
Senjata terakhir yang dimiliki Wiro adalah batu hitam berukir simbol 212. Batu ini bisa menyemburkan api besar jika digunakan bersama kapak naga geni. Karena kekuatannya yang luar biasa, batu tersebut menjadi senjata pamungkas yang digunakan pada saat-saat paling genting saja.
Gurunya juga bukan cuma Sinto Gendeng
Sinto Gendeng memang pendekar yang paling berjasa bagi Wiro. Selain menyelamatkan dan merawat Wiro sejak kedua orangtuanya tewas, perempuan ini juga mengajarkan banyak ilmu kepada Wiro. Walaupun begitu, Wiro juga belajar banyak dari Tua Gila.
Tua Gila mengajarkan sekitar setengah lusin ilmu kepada pendekar berbaju putih tersebut, antara lain ilmu silat orang gila dan jurus pukulan dewa topan menggusur gunung.
Selain Sinto Gendeng dan Tua Gila, Wiro juga mendapatkan ilmu dari orang-orang sakti yang ditemuinya selama berpetualang, antara lain Dewi Loro Jonggrang, Raja Penidur, Hantu Selaksa Angin, dan Pendekar Pedang Akhirat. (mdk/tsr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya