Video Perempuan Muslim Berhijab Dihina di India Tuai Kecaman
Merdeka.com - Sebuah video yang diunggah di Twitter menampilkan seorang mahasiswa Muslim berjilbal dihina sekelompok orang dari sayap kanan Hindu di negara bagian Karnataka, India, menuai kecaman di tengah meluasnya protes terkait larangan jilbab di negara bagian tersebut.
Muskan Khan dikelilingi sekelompok pria menggunakan selendang safron saat dia tiba di kampusnya di Mandya. Saat dia menghadapi para pengunjuk rasa itu, banyak dari mereka yang orang luar, tutur Muskan.
Larangan pemakaian jilbab dikecam para siswa Muslim yang disebut serangan terhadap kepercayaan mereka yang telah diatur dalam konstitusi sekuler India. Sementara para kelompok Hindu sayap kanan berusaha yang mencegah para perempuan Muslim memasuki lembaga pendidikan menyebabkan ketegangan komunal.
"Saya di sana untuk mengumpulkan tugas; itulah mengapa saya masuk kampus. Mereka tidak mengizinkan saya masuk ke dalam hanya karena saya pakai cadar," ujar Muskan kepada saluran berita India, NDTV, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (9/2).
"Setelah itu, mereka mulai meneriakkan slogan "Jai Shri Ram' (Terpujilah Dewa Rama). Lalu saya mulai meneriakkan "Allahuakbar"," ujar Muskan, menambahkan dia akan tetap memperjuangkan haknya memakai jilbab.
"10 persen (pengunjuk rasa) dari kampus tapi (sisanya) orang luar," lanjutnya.
Pemerintah Karnataka yang dikuasai partai sayap kanan BJP (Bharatiya Janata Party) pada Selasa mengumumkan menutup lembaga pendidikan selama tiga hari. Ketakutan meluas di kalangan minoritas terkait apa yang mereka sebut meningkatnya persekusi di bawah pemerintahan nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi.
Dalam unjuk rasa terbaru pada Selasa, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa di salah satu kampus negeri, sementara polisi juga terlihat di sekolah-sekolah di dekat kota.
Kepala Menteri Karnataka, Basavaraj Bommai dari BJP meminta masyarakat tenang setelah mengumumkan semua sekolah menengah atas di negara bagian tersebut akan ditutup selama tiga hari.
"Saya memohon kepada semua siswa, guru, dan manajemen sekolah dan kampus untuk menegakkan perdamaian dan harmonis," ujarnya.
Siswa SMA negeri bulan lalu diminta jangan memakai jilbab. Sejak saat itu, kelompok Hindu sayap kanan berusaha mencegah perempuan Muslim berjilbab memasuki lembaga pendidikan di negara bagian tersebut.
Pemerintah Karnakata, di mana 12 populasinya adalah Muslim, mengatakan dalam sebuah perintah pada 5 Februari bahwa semua sekolah harus mengikuti aturan berpakaian yang ditetapkan sekolah.
Pekan lalu, media lokal melaporkan beberapa sekolah di kota Udupi melarang siswa Muslim yang memakai jilbab memasuki sekolah dengan alasan adanya perintah Kementerian Pendidikan, menyebabkan protes wali murid dan para siswa.
"Tiba-tiba, mereka mengatakan kalian seharusnya tidak memakai jilbab, mengapa baru sekarang?" kata Ayesha, salah seorang siswa di Mahatma Ghandi Memorial College Udupi.
Ayesha mengatakan dia dikeluarkan dari ujian kimia karena memakai jilbab.
"Kami tidak menentang agama manapun. Kami tidak memprotes siapapun. Ini hanya demi hak-hak kami," ujarnya kepada AFP.
When Muslim girl arrives at PES College, She's been heckled by several 'students' wearing #saffronshawls #KarnatakaHijabRow pic.twitter.com/qa3UDbMPST
— Mohammed Zubair (@zoo_bear) February 8, 2022 (mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya