Bangladesh merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim yang tidak mengakui Israel. Frasa “Kecuali Israel” sebelumnya pernah dihapus pada 2021 selama masa jabatan mantan PM Sheikh Hasina.
Kini, Bangladesh mengembalikan tulisan “except Israel” atau “kecuali Israel” pada paspor, seperti laporan media setempat kemarin. Penggunakan tulisan tersebut secara efektif melarang warganya untuk bepergian ke Israel.
Israel adalah masalah dan menjadi pusat perhatian di Bangladesh yang mayoritas penduduknya adalah muslim yang tidak mengakui negara penjajah tersebut.
Advertisement
Pernah dihapus
Dilansir South China Morning Post, Senin (14/4), Frasa “berlaku untuk semua negara kecuali Israel,” dicetak pada paspor Bangladesh selama beberapa dasawarsa. Namun, tulisan itu pernah dihapus selama tahun-tahun terakhir masa jabatan Perdana Menteri Sheikh Hasina. Hasina telah digulingkan pada Agustus lalu.
Nilima Afroze, wakil sekretaris di Kementerian Dalam Negeri, mengatakan kepada kantor berita Bangladesh Sangbad Sangstha pada Minggu (13/4), bahwa pihak berwenang “pekan lalu mengeluarkan arahan untuk mengembalikan tulisan tersebut.”
“Direktur jenderal departemen imigrasi dan paspor diminta untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk menerapkan perubahan ini,” seperti dikutip surat kabar setempat, The Daily Star Kemarin.
Pada 2021, frasa “kecuali Israel” dihapus dari paspor. Meskipun pemerintah saat itu mengklarifikasi sikap negara terhadap Israel tidak berubah.
Dukungan Bangladesh terhadap negara Palestina yang merdeka terlihat pada Sabtu (12/4), ketika sekitar 100.000 orang berkumpul di Dhaka (ibu kota Bangladesh) sebagai bentuk solidaritas untuk Gaza.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey