Trump akhirnya bersikap soal penderitaan warga Rohingya
Merdeka.com - Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence kemarin mengatakan Presiden Donald Trump ingin Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil sikap tegas dan cepat guna mengakhiri kekerasan yang dialami muslim Rohingya di Myanmar.
Pence menyampaikan pernyataan itu dalam pertemuan Dewan Keamanan untuk reformasi penjaga perdamaian di Sidang Umum PBB, New York.
"Presiden Trump dan saya menyerukan Dewan Keamanan PBB mengambil sikap tegas dan cepat untuk mengakhiri krisis ini dan memberi pertolongan kepada warga Rohingya yang saat ini membutuhkan," kata dia, seperti dilansir laman Aljazeera, Kamis (21/9).

Pejuangan etnis Rohingya melintasi perbatasan Myanmar ke Bangladesh ©2017 REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Dewan Keamanan sebelumnya sudah menggelar dua kali pertemuan tertutup sejak krisis Rohingya terjadi 25 Agustus dan pekan lalu mengeluarkan pernyataan kepada pers yang isinya mengutuk situasi di Myanmar dan mendesak militer mengakhiri kekerasan.
"Jika kekerasan ini tidak disudahi maka akan makin buruk. Dan ini sama dengan menyebar benih kebencian dan kekacauan di kawasan hingga bergenerasi sehingga mengancam perdamaian kita semua," kata Pence.
Pernyataan Pence itu merupakan respons AS paling keras atas situasi yang terjadi Myanmar, tepatnya di Negara Bagian Rakhine. Sejauh ini, menurut laporan PBB, sudah 400 ribu lebih warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh.
Baca juga:
PM Bangladesh: Trump tak beri bantuan sebab tak punya empati pada pengungsi Rohingya
Gotong-royong pengungsi Rohingya bangun kamp di lereng bukit
Mensos Khofifah lepas bantuan 2.000 ton beras ke Rohingya
Ini pandangan warga Buddha Myanmar soal Rohingya
Selidiki krisis Rohingya, tim pencari fakta PBB belum dapat izin masuk Myanmar
Soal isu Rohingya, dua negara ini malah dukung pemerintah Myanmar (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya