Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terobosan Evolusi, Ilmuwan Mampu Ubah Kaki Ayam Bersisik Jadi Berbulu

Terobosan Evolusi, Ilmuwan Mampu Ubah Kaki Ayam Bersisik Jadi Berbulu ayam bersisik jadi berbulu. ©UNIGE, Michel Milinkovitch

Merdeka.com - Ilmuwan di Swiss berhasil mengubah kaki ayam dari bersisik menjadi berbulu.

Bagaimana caranya? Simak penjelasan yang dilansir dari Live Science.

Para ilmuwan ingin mengubah kaki ayam yang bersisik menjadi berbulu dengan mengacu pada asal-usul evolusi burung yang berasal dari dinosaurus.

Hal ini disampaikan oleh profesor di Departemen Genetika dan Evolusi di Universitas Jenewa Swiss, Michel Milinkovitch.

"Seperti burung, jelas hari ini banyak dinosaurus sebagian ditutupi dengan bulu serta sisik," ujarnya.

Michel dan timnya sesama ilmuwan asal Swiss kemudian melakukan percobaan itu dengan mengubah hanya satu gen.

Gen landak

terobosan evolusi, ilmuwan mampu ubah kaki ayam bersisik jadi berbuluRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Michel menjelaskan dari satu gen itu maka perubahan bisa terjadi.

"Pada burung, itu mirip. Jadi, dengan mengubah gen ini, kita sebenarnya dapat memperbesar atau memperkecil proporsi tubuh yang ditutupi oleh bulu atau sisik tergantung kapan gen ini diekspresikan dengan tepat," jelasnya.

Ayam yang digunakan dalam eksperimen ini adalah ayam boiler. Sedangkan gen yang disuntikkan adalah gen landak sonik (Shh) yang memiliki bulu.

Di laboratorium, para ilmuwan menggunakan proses yang dikenal sebagai "egg candling", yang melibatkan penggunaan sumber cahaya untuk menerangi pembuluh darah di dalam telur. Ini memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi pembuluh yang cocok untuk menyuntikkan embrio yang sedang berkembang secara langsung dengan molekul yang mengaktifkan jalur Shh.

Eksperimen berhasil

terobosan evolusi, ilmuwan mampu ubah kaki ayam bersisik jadi berbuluRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Seorang peneliti bernama Rory Cooper menjelaskan, timnya melakukan injeksi gen landak pada hari ke-11. Itu adalah waktu sisik pada kaki embrio mulai muncul.

"Kami melakukan injeksi pada hari ke-11, yang merupakan waktu yang tepat ketika sisik biasanya muncul pada embrio. Jika kita melakukan injeksi bahkan terlambat satu hari, embrio sudah mulai berkembang menjadi sisik," ujar Cooper.

Eksperimen ini kemudian berhasil. Setelah telur menetas, para ilmuwan memperhatikan pembentukan bulu remaja berbulu halus di kaki anak ayam. Bulu super lembut itu sama dengan bulu yang menutupi seluruh tubuh ayam.

Para peneliti terkejut betapa mudahnya mengubah bentuk kaki ayam dan hal itu memberi tim pemahaman baru tentang bagaimana hewan ini berevolusi.

 

Reporter magang: Yobel Nathania

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP