Terlibat suap Rp 26,7 miliar, menteri Rusia diancam 15 tahun penjara
Merdeka.com - Menteri Ekonomi Rusia, Alexei Ulyukayev diadili di pengadilan Moskow karena terlibat kasus suap senilai USD 2 juta (setara 26,7 miliar). Keterlibatan Ulyukayev dalam kasus ini mengejutkan para politisi, pasalnya Ulyukayev merupakan pejabat pemerintahan paling tinggi yang ditahan sejak kudeta gagal tahun 1991.
Ulyukayev ditangkap dini hari kemarin dalam operasi tangkap tangan. Disebutkan, dia diduga menerima suap untuk menyetujui pengambilalihan perusahaan minyak Bashneft oleh perusahaan Rosneft yang dipimpin Igor Sechin, salah satu orang terkuat di Rusia.
"Dia telah membantah tuduhan tersebut di pengadilan dan menyebut penangkapannya sebagai tindakan provokasi terhadap pejabat negara," kata pengacara Ulyukayev seperti dilansir dari laman the Guardian, Rabu, (16/11).
Sementara itu, Presiden Vladimir Putin melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov mengungkapkan bahwa dia telah mengetahui kasus yang menimpa Ulyukayev.
"Ini adalah kasus sangat serius yang memerlukan bukti serius juga. Hanya pengadilan yang bisa memutuskan kasus semacam ini," kata Peskov.
Jika terbukti bersalah, Ulyukayev harus mejalani hukuman penjara 15 tahun atas tuduhan suap yang merugikan negara. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya