Tahanan korupsi Saudi alami penganiayaan, satu tewas karena patah leher

Senin, 12 Maret 2018 22:00 Reporter : Ira Astiana
Mohammed bin Salman. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah tahanan Arab Saudi yang dituduh melakukan tindak korupsi mengalami penganiayaan fisik. Akibatnya, 17 dari mereka harus dirawat di rumah sakit akibat cedera yang diderita.

Bahkan dalam satu kasus terparah, seorang jenderal yang ditahan tewas dalam tahanan karena patah tulang leher sebagaimana dilaporkan oleh saksi.

"Mayor Jenderal Ali al-Qahtani yang pernah menjadi penasihat mendiang Raja Abdullah ditemukan meninggal dalam tahanan. Di tubuh jenazah, terdapat tanda-tanda penyiksaan," demikian pernyataan kerabat dan rekan tahanan, dikutip dari laman AFP, Senin (12/3).

Surat kabar New York Times melaporkan sebanyak 381 tersangka korupsi masih ditahan saat ini. Mereka adalah pangeran, menteri, dan pengusaha di Saudi. Di antara tahanan ada Pangeran Al-Waleed bin Talal yang merupakan miliarder terkemuka Saudi dan Pangeran Miteb bin Abdullah yang merupakan mantan Kepala Garda Nasional Saudi.

Mereka terjaring dalam operasi anti-korupsi besar-besaran yang dikerahkan oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman. Meski dilabeli sebagai pembersihan budaya korupsi, namun banyak kritikus yang menilai bahwa hal itu dilakukan untuk meraup keuntungan dari uang denda pembebasan.

Sebagaimana diketahui, Saudi kini tengah mengalami penurunan harga minyak. Pemerintah berusaha memulihkan perekonomian negara dengan cara membuat kesepakatan dengan para tahanan yang bersedia membayar denda untuk dibebaskan.

Diperkirakan, pemerintah telah menerima USD 107 dari tahanan dalam bentuk properti, aset, hingga uang tunai. Jumlah tersebut dinilai seperti rezeki nomplok bagi pemerintah. [frh]

Topik berita Terkait:
  1. Arab Saudi
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini