Seorang Jemaah Haji Libya Ditolak Terbang ke Tanah Suci, Pesawatnya Malah Rusak Dua Kali dan Harus Kembali ke Bandara

Kapten pesawat tidak mau berangkat kecuali jemaah haji diizinkan ikut dalam penerbangan.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Seorang Jemaah Haji Libya Ditolak Terbang ke Tanah Suci, Pesawatnya Malah Rusak Dua Kali dan Harus Kembali ke Bandara
Seorang Jemaah Haji Libya Ditolak Terbang ke Tanah Suci, Pesawatnya Malah Rusak Dua Kali dan Harus Kembali ke Bandara (Merdeka.com)

Perjalanan spiritual jemaah haji dari Libya memikat hati seluruh dunia. Karena tekad dan keyakinannya, Amer Al Mahdi Mansour Al Gaddafi, membuktikan keyakinan bahwa mereka yang dipanggil ke rumah Allah akan selalu diberi jalan dan kesempatan meski banyak cobaan yang harus dihadapi. Kisah Amer dipercaya banyak orang sebagai campur tangan Tuhan.

Kesulitan Amer dimulai di bandara ketika ia dihentikan di bagian imigrasi karena masalah yang berkaitan dengan nama belakangnya, “Al Gaddafi,” yang dikaitkan dengan mantan pemimpin Libya “Muammar Gaddafi” yang dikenal kontroversial. Meskipun telah mengajukan pembelaan, staf maskapai tetap melanjutkan penerbangan dan meninggalkan Amer dengan alasan kendala keamanan dan penjadwalan.

Kejadian tak terduga terjadi, pesawat itu mengalami gangguan teknis tak lama setelah lepas landas dan harus kembali ke bandara. Setelah diperbaiki, pesawat lepas landas lagi. Namun masalah itu kembali terjadi karena pesawat mengalami kerusakan lagi.

Setelah pendaratan darurat kedua, kapten pesawat dilaporkan bersumpah untuk tidak akan terbang lagi kecuali jika Amer diizinkan naik pesawat.

Setelahnya, petugas bandara mengizinkan Amer. Penerbangan akhirnya berangkat kembali dengan sukses, dengan dia berada di antara para penumpang.

Kemudian, Amer mengungkapkan rasa syukur dan keyakinannya yang teguh, “Saya hanya ingin menunaikan ibadah haji. Saya percaya bahwa jika itu memang ditakdirkan untuk saya, tidak ada yang dapat menghalanginya.”

Kata-katanya menggemakan keyakinan Islam bahwa hanya Allah yang menentukan siapa yang diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji yang suci ini.

Reporter Magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi