Sempat dilarang, kini orang dengan amputasi ganda bisa naik Gunung Everest

Sabtu, 7 April 2018 08:00 Reporter : Farah Fuadona
Sempat dilarang, kini orang dengan amputasi ganda bisa naik Gunung Everest Xia Boyu. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pendaki China yang kehilangan kedua kakinya akibat radang dingin di Everest empat dekade lalu berharap dapat mencapai puncak gunung tertinggi di dunia itu. Setelah pengadilan tinggi Nepal menolak larangan kontroversial yang dibuat pemerintah setempat terhadap pendaki buta dan atau amputasi ganda.

Setelah larangan itu dicabut, Xia Boyu (69) adalah pendaki dengan kebutuhan khusus yang diberi izin untuk mendaki gunung tertinggi di dunia. Sebelumnya banyak pihak mengkritik aturan itu karena dianggap mendiskriminasi orang cacat, dikutip dari Asia One, Jumat (6/4).

Bulan lalu, kelompok advokasi disabilitas berhasil membatalkan larangan di pengadilan tertinggi Nepal, dengan alasan bertentangan dengan konvensi PBB tentang hak-hak penyandang cacat.

Xia adalah pendaki dari tim nasional China pada tahun 1975 ketika kelompok tersebut menghadapi cuaca buruk tepat di bawah puncak. Kekurangan oksigen, kelaparan dan terkena suhu dingin. Membuat Xia menderita radang dingin yang parah dan kehilangan kedua kakinya.

Pada tahun 1996, kakinya diamputasi tepat di bawah lutut setelah dia didiagnosis dengan limfoma, suatu bentuk kanker darah.

Walau begitu ia tetap bersikeras untuk kembali mendaki Everest pada 2014 tetapi longsoran salju menewaskan 16 pemandu sherpa di awal musim, memaksa sebagian besar ekspedisi untuk membatalkan tawaran KTT mereka.

Tak putus as ia kembali pada tahun berikutnya, tetapi musim pendakian kembali terputus ketika gempa bumi dahsyat menyerang Nepal. Menewaskan sekitar 9.000 orang, termasuk 22 di Everest.

Upaya terakhirnya adalah pada tahun 2016 ketika cuaca buruk lagi memaksanya untuk kembali hanya 200 meter dari puncak.

"Mendaki Gunung Everest adalah impian saya. Saya harus menyadarinya. Ini juga merupakan tantangan pribadi, tantangan takdir," kata Xia.

Pemandu Xia, Dawa Gyalje Sherpa yang telah menaiki Everest sebanyak delapan kali, berharap bahwa pendaki gunung dari China itu akan berhasil mencapai puncak kali ini.

"Dia telah berlatih dan telah naik di atas 8.000 meter sebelumnya," kata Sherpa. "Aku berharap dia akan memenuhi impiannya".

Selain Xia, mantan tentara Gurkha, Magar berusia 38 tahun yang kehilangan kedua kakinya di Afghanistan. Ia mengatakan akan menunda usahanya untuk mendaki dan akan kembali pada 2019.

Satu-satunya orang dengan amputasi ganda yang sampai ke puncak Everest adalah adalah Mark Inglis pendaki dari Selandia Baru, pada 2006.

Ratusan pendaki berbondong-bondong ke Everest setiap tahun selama musim pendakian singkat mulai April, ketika angin dan suhu lebih baik dibandingkan waktu lain pada tahun ini.

Tahun lalu, 634 orang berhasil mencapai puncak dan tujuh orang mati.

Pihak berwenang Nepal dan China, memantau semua tanjakan di sisi selatan dan utara gunung. Mereka belum merilis jumlah izin pendakian yang dikeluarkan untuk tahun ini. [frh]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini