Selepas Brexit, PM Theresa May ingin percepat pemilu

Selasa, 18 April 2017 21:09 Reporter : Ira Astiana
Selepas Brexit, PM Theresa May ingin percepat pemilu Theresa May berpidato usai resmi jadi PM Inggris. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Perdana Menteri inggris Theresa May mengumumkan pemilu Inggris akan digelar lebih awal pada 8 Juni mendatang. Dia mengatakan pemilu ini dilakukan untuk memperkuat cengkramannya dalam rencana Brexit yang dicanangkannya.

"Saya memutuskan untuk mengambil langkah ini meski diliputi rasa enggan karena menurut saya negara membutuhkan pemilihan ini. Ini merupakan upaya untuk mengamankan kepemimpinan yang kuat dan stabil selama proses Brexit dan yang lainnya," kata May saat menggelar jumpa pers dadakan di kantornya Dowing Street Londong, seperti dilansir dari laman Reuters, Selasa (18/4).

May juga menyatakan akan memperkenalkan legislasi baru besok untuk memasuki pemilu awal meski dalam legislasi saat ini, pemilu selanjutnya baru akan digelar pada 2020 mendatang.

Berdasarkan jajak pendapat terbaru, Partai Konservatif yang menaungi May unggul sekitar 20 poin atas pesaingnya dari Partai Buruh, Jeremy Corbyn.

Tetapi sebelum menggelar pemilu, May harus memenangkan dukungan sebanyak dua pertiga dari anggota parlemen pada pemungutan suara besok.

"Keputusan yang harus dihadapi negara semuanya tentang kepemimpinan. Ini akan menjadi pilihan antara kepemimpinan yang kuat dan stabil dari perdana menteri, atau koalisi yang lemah dan tidak stabil dari Jemery Corbyn," ungkapnya.

May berharap, pemilu ini akan memberinya mandat baru terhadap reformasi domestik khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan serta mengukuhkan posisinya dalam melaksanakan prosedur keluar dari Uni Eropa. [tyo]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Inggris
  3. Theresa May
  4. Pemilu
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini