Selepas Angin Topan Ilmuwan Temukan Fosil Monster Laut Berusia 80 Juta Tahun
Merdeka.com - Angin topan yang memporak-porandakan Selandia Baru membuat fosil yang terkubur 80 juta tahun lalu terangkat dan ditemukan oleh ilmuwan.
Fosil prasejarah itu ditemukan di Maungataniwha Native Forest setelah badai Gabrielle menghantam daratan di North Island Februari lalu. Badai itu juga yang membuat bebatuan besar berpindah tempat.
Paleontolog meyakini fosil hewan vertebrata yang ditemukan Maret lalu itu adalah Elasmosaurus--reptil laut berleher panjang yang bisa berukuran panjang 14 meter.
Dilansir laman Live Science, tim ilmuwan juga menemukan fosil vertebrata lainnya yang kemungkinan berasal dari mosasaurus, reptil laut berukuran raksasa yang menjadi puncak predator laut di zaman dinosaurus. Fosil Mosasaurus sebelumnya pernah ditemukan di Selandia Baru. Bagian rahang dan gigi hewan purba itu ditemukan di Sungai Mangahouanga pada 2015. Temuan ini termasuk langka.
Fosil itu ditemukan oleh pegawai dan sukarelawan dari organisasi konservasi Forest Lifeforce Restoration Trust yang bertujuan melindungi flora fauna asli Selandia Baru.
Ibarat raksasa

©GNS Science/Forest Lifeforce Restoration Trust
Badai Gabrielle yang menghantam Selandia Baru pada 12-16 Februari itu adalah yang terburuk sejak 1968 dan menewaskan 11 orang.
Di wilayah pegunungan tumpahan air hujan mengangkat batuan besar yang berukuran "sebesar bus" kata pernyataan yang dirilis Institut Geologi dan Ilmu Nuklir (GNS Science).
"Ibarat seorang raksasa sedang berjalan di arus sungai dan menendang batu-batu besar yang dianggapnya kerikil," kata Pete Shaw, manajer kehutanan di Forest Lifeforse Restoration Trust dalam pernyataan.
Hutan Maungataniwha adalah tempat yang memuat banyak fosil dari periode Crestaceous (145-66 juta tahun lalu) dan peneliti menemukan dinosaurus pertama di lokasi itu pada 1975.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya