Sejarah Dunia

Sejarah Pendudukan Israel di Tanah Palestina Sejak 1967

Jumat, 29 November 2019 07:23 Reporter : Hari Ariyanti
Sejarah Pendudukan Israel di Tanah Palestina Sejak 1967 Pembangunan perumahan warga Israel di tepi barat perbatasan dengan Palestina. bbc.co.uk ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Segera setelah Israel menaklukkan Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur pada perang Juni 1967, pemerintah Israel mulai membangun permukiman di wilayah tersebut. Awalnya berjumlah sedikit, permukiman itu dengan cepat semakin meluas di wilayah Palestina yang diduduki.

Hari ini, sekitar 620 ribu pemukim Israel tinggal di lebih dari 200 permukiman, atau sekitar 11 persen dari total populasi Yahudi di tanah Palestina. Dilansir dari laman Alaraby, Kamis (28/11), dijelaskan mengenai sejarah dari penjajahan Israel ke Palestina yang masih berlangsung sampai saat ini.

Pemindahan penduduk ke dalam wilayah yang diduduki adalah jelas bentuk pelanggaran terhadap Hukum Humaniter Internasional dan Konvensi Jenewa Keempat. Seluruh permukiman Israel di wilayah Palestina ditetapkan ilegal di bawah hukum internasional.

Dampak dari pembangunan permukiman tersebut meluas. Penutupan jalan, pos pemeriksaan, dan desain pembangunan infrastruktur lainnya untuk melindungi pemukim, seperti pemisahan jalan, dan sangat membatasi pergerakan warga Palestina.

Sementara itu, perampasan sumber daya tanah dan air untuk permukiman tersebut menyebabkan petani kehilangan sumber mata pencaharian, dan membatasi pengembangan perkotaan bagi kota-kota di Palestina.

Kekerasan oleh para pemukim, banyak dari mereka bersenjata, melawan penduduk sipil Palestina juga hal rutin setiap harinya, dengan aksi pembakaran lahan pertanian dan pelemparan batu ke mobil.

1 dari 3 halaman

Lahirnya Gerakan Pemukim Israel

pemukim israel rev2

Beberapa bulan setelah perang Juni 1967, permukiman Israel pertama, Kfar Etzion, dibangun di Tepi Barat. Permukiman awalnya dibangun di wilayah strategis utama atas dalih militer tapi berpenduduk jarang.

Orang-orang Yahudi yang dulu menduduki permukiman itu meyakini Tanah Israel sebagai tanah yang dijanjikan oleh Tuhan untuk mereka, sebagai pembenar misi mereka untuk menjajah Palestina. Pada 1968, penghasut sayap kanan Israel, Rabbi Moshe Levinger menyelundup ke Hebron dengan para pengikutnya dari Gerakan Tanah Israel untuk merayakan Paskah dan menolak untuk kembali dari sana.

Dipindahkan oleh pasukan Israel ke dekat pangkalan militer, pemerintah akhirnya mengizinkan pembangunan permukiman Kiryat Arba di pinggiran kota Hebron - menggambarkan gelombang pertama pemukin ideologis di Tepi Barat.

Di tahun yang sama, Dewan Keamanan PBB mengumpulkan 13 suara dan 2 abstain untuk mengadopsi Resolusi 252 "menegaskan kembali bahwa pencaplokan wilayah oleh penaklukan militer tidak dapat diterima".

Selama periode yang sama, gerakan Gush Emunim mulai dikenal setelah perang Arab-Israel tahun 1973, mengorganisir unjuk rasa, pawai dan aksi mendukung pembangunan permukiman. Gerakan ini memenangkan pencapaian penting pada 1975 ketika pemerintah mengizinkan Eilon Moreh dibangun dekat Nablus.

Tahun 1977, Perdana Menteri Yitzhak Rabin menyetujui pembangunan permukiman Maale Adumim, yang akhirnya menjadi pusat industri utama dengan lebih dari 30.000 orang.

Permukiman itu, yang menjadi kota pada 1991, merupakan bagian dari kebijakan utama Israel untuk memisahkan Yerusalem dari Tepi Barat, dan mencegah kota yang diperebutkan itu terpecah. Pada 1978, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Jimmy Carter menganggap bahwa permukiman Israel "tidak konsisten dengan hukum internasional".

2 dari 3 halaman

Partai Likud Masuk ke Pemerintahan

masuk ke pemerintahan rev2

Partai sayap kanan, Likud yang dipimpin Menachem Begin mulai berkuasa dan secara aktif membangun permukiman di Tepi Barat dan Jalur Gaza, menyiapkan bantuan keuangan dan kelonggaran pajak untuk pertama kalinya demi mendorong orang Yahudi Israel pindah ke tanah Palestina yang mereka duduki.

Tahun 1980, 13 tahun setelah penaklukan Yerusalem Timur, Israel mengesahkan UUD: Yerusalem, Ibu Kota Israel, yang dinyatakan dalam Pasal 1 bahwa "Yerusalem, lengkap dan bersatu," adalah ibu kota Israel, meresmikan pencaplokannya atas tanah Palestina.

Tahun 1982, Israel menyelesaikan pengembalian Semenanjung Sinai ke Mesir di bawah perjanjian damai 1979, memindahkan 7 ribu pemukim Israel dari wilayah itu. Di akhir kekuasaan Likud pada 1983, populasi pemukim Israel di wilayah Palestina sekitar 23.700.

3 dari 3 halaman

Ringkasan Catatan Penting Seputar Penjajahan Israel di Palestina

penting seputar penjajahan israel di palestina rev2

Kesepakatan Oslo

Pada saat Kesepakatan Oslo ditandatangani tahun 1993, populasi pemukim Israel sebanyak 116.300. Permukiman meluas melingkupi wilayah-wilayah utama seperti Lembah Jordan, yang membentuk sepertiga Tepi Barat dan merupakan wilayah pertanian dan keamanan yang vital.

Meskipun disuarakan oleh para negosiator Palestina pada Konferensi Perdamaian Madrid 1991, masalah permukiman - bersama dengan Yerusalem dan para pengungsi - dikesampingkan dalam Kesepakatan Oslo untuk perundingan di masa depan.

Aktivitas permukiman Israel hampir berlipat ganda di tahun-tahun mendatang, dengan populasi pemukim berjumlah 198.300 pada tahun 2000.

Tembok pemisah

Tahun 2002, Israel mulai membangun tembok pemisah yang kontroversial. Dengan panjang 670 kilometer, 85 persen rutenya berada di dalam Tepi Barat dan mengelilingi blok permukiman utama Israel.

Penarikan Gaza

Tahun 2005, PM Israel garis keras, Ariel Sharon, penggagas gerakan pemukim, secara sepihak menarik 8.500 pemukim dari Jalur Gaza. Sejak 1967, Israel telah membangun lebih dari 21 permukiman Yahudi di wilayah pesisir. Lebih dari setengah warga Israel menentang evakuasi.

Obama dan permukiman

Presiden AS Barack Obama beberapa tahun lalu mengatakan akan menolak memveto resolusi yang menuntut penghentian semua permukiman Israel, yang diadopsi Dewan Keamanan PBB. Jumlah permukiman Israel tumbuh pesat di bawah Obama.

Kebijakan pro-Israel Donald Trump

Donald Trump mulai berkuasa pada 2017, dan segera mengeluarkan kebijakan lama Amerika tentang solusi dua negara. Dia menunjuk David Friedman sebagai duta besar AS untuk Israel. Friedman dikenal sebagai penyokong pembangunan permukiman Israel.

Israel menyetujui permukiman baru pertama di Tepi Barat yang diduduki selama dua dekade pada 2017 di dekat kota Nablus, Palestina. Kemudian tahun 2017, Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menolak klaim Palestina atas kota tersebut.

Sekarang ada lebih dari 200 ribu pemukim Israel di Yerusalem Timur. Israel meluncurkan proyek pembangunan pemukiman terbesar dalam beberapa tahun terakhir, membangun ribuan rumah.

Pada bulan Maret 2019, Trump secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki, disita dari Suriah pada tahun 1967.

AS sebut permukiman Israel 'tidak ilegal'

Pada 18 November, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menolak pendapat hukum Departemen Luar Negeri 1978 yang menyatakan bahwa pemukiman sipil di wilayah yang diduduki "tidak konsisten dengan hukum internasional," yang terbaru dalam serangkaian langkah administrasi Trump yang melemahkan klaim atas negara Palestina. [pan]

Baca juga:
Ribuan Warga Palestina Demo, Kecam Keputusan AS Dukung Permukiman Ilegal Israel
Aksi Warga Palestina Salat di Tanah yang Diduduki Israel
Indonesia Tolak AS Soal Permukiman Israel di Palestina yang Dianggap Legal
Tolak Permukiman di Tepi Barat, Menlu RI Sebut Israel Aneksasi Palestina
Pasukan Israel Bentrok dengan Jurnalis Foto Saat Liput Unjuk Rasa di Tepi Barat
Utusan Presiden AS Kritik Sidang Dewan Keamanan PBB yang Dipimpin Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini