Satu Set Perhiasan Berusia 3.500 Tahun Ditemukan di Ladang Wortel, Dipakai Wanita Zaman Perunggu sebagai Jimat

Harta karun ini ditemukan di Guttingen, wilayah Thurgau, timur laut Swiss, di ladang wortel yang baru dibajak.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Satu Set Perhiasan Berusia 3.500 Tahun Ditemukan di Ladang Wortel, Dipakai Wanita Zaman Perunggu sebagai Jimat
Perhiasan Zaman Perunggu ditemukan di ladang wortel di Swiss. (© Thurgau Canton)

Satu set perhiasan wanita Zaman Perunggu ditemukan para ahli arkeologi di Guttingen, wilayah Thurgau, timur laut Swiss, di ladang wortel yang baru dibajak. 

Sumber: Arkeonews

Dok. Istimewa
© Thurgau Canton

Para ahli mengatakan, satu set perhiasan tersebut berasal dari sekitar tahun 1.500 SM. Perhiasan tersebut terdiri dari kalung yang terbuat dari cakram berduri perunggu, dua cincin jari spiral, dan ratusan manik-manik amber seukuran kepala peniti, serta spiral yang terbuat dari kawat perunggu dan emas.

Foto: Thurgau Canton

Selain itu, ditemukan juga benda-benda unik seperti kristal batu, gigi berang-berang, gigi beruang berlubang, mata panah perunggu, bongkahan bijih besi yang dipoles, amon kecil, dan gigi fosil hiu.

Sumber: Arkeonews

Harta karun ini ditemukan pertama kalinya oleh Franz Zahn pada Agustus lalu. Setelah panen wortel, saat berjalan melintasi ladang, dia melihat beberapa cakram perunggu yang rusak di tanah. Zahn, seorang ahli pendeteksi logam yang bersemangat dan telah menemukan berbagai artefak dari Zaman Besi dan Perunggu di wilayah Güttingen, dengan segera menyadari pentingnya artefak arkeologi tersebut dan segera memberitahu Kantor Arkeologi Thurgau.

Dengan izin dari petani, tim dari Kantor Arkeologi tiba keesokan harinya dan dengan cepat menyadari bahwa ini adalah pemulihan blok, yaitu mengangkat dan memindahkan sebagian besar tanah sekitar 50x50x50 cm beserta temuannya yang belum pernah terlihat di laboratorium. Pada saat bersamaan, penggalian kecil-kecilan mengklarifikasi bahwa tidak ada tanda-tanda kuburan. Permata mungkin telah dikubur dalam wadah atau karung organik.

Dok. Istimewa
© Thurgau Canton

Kemudian blok tanah tersebut dibawa ke laboratorium konservasi di Frauenfeld untuk diuji lebih lanjut. Selama proses ini, setiap lapisan temuan dicatat secara teliti. Temuan serupa telah ditemukan di dekat Etzwilen dua tahun yang lalu.

Foto: Thurgau Canton

Ini merupakan jenis "perhiasan kostum" khas dari Zaman Perunggu, khususnya Zaman Perunggu Tengah sekitar tahun 1500 SM. Totalnya ditemukan 14 cakram perunggu. Disebut cakram berduri karena adanya inti bulat tajam di tengahnya, yang dikelilingi oleh tiga lingkaran konsentris. Awalnya, setiap lubang pada cakram digunakan untuk memasang tali atau benang kulit, sementara spiral mengikuti di antaranya untuk mengatur jarak. Di situs tersebut, terdapat delapan spiral kawat emas yang lebih besar dan sebelas spiral kawat perunggu.

Sumber: Arkeonews

Dok. Istimewa
© Thurgau Canton

Seperti yang dapat dilihat dari temuan di kuburan, para wanita mengenakan kalung dengan cakram yang menarik perhatian, dengan spiral digantung di antaranya untuk mengatur jarak. Sebelas spiral ini ditemukan di Güttingen. 

Foto: Thurgau Canton

Di samping itu, terdapat juga delapan spiral yang sedikit lebih besar yang terbuat dari kawat emas murni, dengan total berat lebih dari 21 gram. Lebih dari 100 manik-manik amber dan dua cincin jari dengan spiral ganda melengkapi keseluruhan ansambel ini.

Pemakaian benda-benda seperti ini dianggap memiliki efek khusus seperti perlindungan, penyembuhan, dan mungkin dipakai sebagai jimat. Kabarnya, set perhiasan yang baru ditemukan tersebut dijadwalkan untuk dipajang di Museum Arkeologi Frauenfeld tahun depan.

Rekomendasi