Sanksi baru PBB untuk Korut, nilai ekspor dipangkas hingga Rp 13,3 T

Minggu, 6 Agustus 2017 18:55 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Sanksi baru PBB untuk Korut, nilai ekspor dipangkas hingga Rp 13,3 T Korea Utara luncurkan rudal Hwasong-14. ©REUTERS/KCNA

Merdeka.com - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) kembali memberikan sanksi baru untuk Korea Utara lantaran uji coba nuklir mereka. Sanksi tersebut berupa pemangkasan nilai ekspor hingga USD 1 miliar (setara Rp 13,3 triliun).

Sanksi ini merupakan resolusi yang dirancang Amerika Serikat dan menjadi yang pertama yang dijatuhkan Negeri Paman Sam terhadap Korut. Selain itu, China sebagai sekutu dekat juga pertama kalinya menyetujui saksi yang memberatkan Pyongyang tersebut.

Dilansir dari CNN, Minggu (6/8), sanksi tersebut dibuat untuk mencegah perusahaan Korea Utara bekerja sama dengan firma asing. Sanksi ini juga melarang adanya investasi baru untuk kolaborasi yang sudah berjalan dan menambahkan sembilan pejabat Korea Utara, termasuk bank valuta asing dalam daftar hitam PBB.

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley menuturkan sanksi ini menjadi 'peringatan baru' untuk Kim Jong-un, pemimpin Korut. Dia menambahkan, jika sanksi benar diimplementasikan dua sekutu Pyongyang, yaitu China dan Rusia, maka hal tersebut bisa membatasi Korut melakukan uji coba nuklir lagi.

Pemberian sanksi terbaru pada Korut ini direncanakan setelah Pyongyang meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) pertamanya pada 4 Juli lalu, yang kemudian diikuti peluncuran rudal ICBM lainnya pada 28 Juli.

AS bahkan mengadakan negoisasi pribadi dengan China dan Rusia untuk ikut menyetujui sanksi tersebut. Meskipun begitu, AS masih memberi kelonggaran pada Korut dengan tidak melarang ekspor minyak bumi, yang akan memukul telak ekonomi negara tersebut. [che]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini