KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Rocker Chris Cornell diduga tewas gantung diri selepas konser

Jumat, 19 Mei 2017 11:29 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Chris Cornell. ©Reuters/Chris Pizzello

Merdeka.com - Penyebab kematian vokalis kelompok musik Soundgarden, Chris Cornell (52), akhirnya terkuak. Menurut ahli forensik yang memeriksa, salah satu ikon musik grunge itu bunuh diri.

Seperti dilansir dari laman The Guardian, Jumat (19/5), Cornell ditemukan tak bernyawa di kamar mandi Hotel MGM Grand Detroit, Negara Bagian Michigan, Amerika Serikat, usai konser Soundgarden pada Rabu malam lalu. Yang menemukan pertama kali adalah seorang teman keluarga. Dia diminta memeriksa oleh istri mendiang, Vicky. Setelah itu, dia terkejut dan panik, lalu memberitahukan kepada Vicky dan rekan-rekan lain.

Kemudian, polisi, tim paramedis, dan petugas forensik Wayne County datang ke lokasi kejadian. Menurut mereka, Cornell wafat karena gantung diri. Perwakilan keluarga mendiang, Brian Bumbery, menyatakan keluarga sangat terpukul dan sedih karena kejadian ini mendadak dan tidak diperkirakan. Dia seolah mengikuti jejak pentolan band Nirvana, Kurt Cobain, yang bunuh diri dengan cara menembakkan pistol.

Sebelum konser dimulai, Cornell masih sempat bercuit melalui akun Twitter-nya. Dia menyatakan tiket konser di Detroit terjual habis.

Kiprah bermusik Cornell melejit setelah mendalami genre grunge, dan bergabung dengan Soundgarden pada 1984. Sebelumnya, dia memiliki band bernama Temple of the Dog. Sebelum dikontrak label rekaman besar, Soundgarden memulai langkah mereka dengan menelurkan album independen. Karya mereka mulanya dirilis oleh label mandiri Sub Pop. Tembang hit mereka, Black Hole Sun, menjadi tonggak mengukuhkan Soundgarden di kancah grunge, setara dengan Nirvana dan Pearl Jam.

Mereka bubar pada 1997, tetapi reuni tujuh tahun lalu. Album paling akhir mereka bertajuk King Animal dirilis pada 2012.

Ketika Soundgarden bubar, Cornell dan tiga personel Rage Against The Machine mendirikan band Audioslave. Dia juga mencoba berkarir solo, dengan menjajaki genre soul dan blues. Bersama penggubah David Arnold, dia menelurkan lagu You Know My Name, yang lantas didapuk menjadi lagu tema sekuel film James Bond, Casino Royale, pada 2006.

Sebagai musikus, Cornell ternyata pernah terjerumus. Dia kecanduan narkoba dan minuman keras. Hal itu membikin dia depresi dan mengharuskan masuk dalam rehabilitasi.

"Sebenarnya menyenangkan masuk rehabilitasi. Seperti sekolah saja. Saya baru menyadari ternyata masih mampu belajar," kata Cornell seperti dilansir dari wawancara dengan majalah Spin beberapa tahun silam.

Lima tahun lalu, mendiang dan Vicky mendirikan yayasan buat membantu anak-anak miskin dan terlantar. Dari pernikahannya dengan Vicky, Cornell dikaruniai dua anak, Toni dan Christopher Nicholas. Sedangkan dari mantan istri dan manajernya, Susan Silver, Cornell mempunyai seorang anak perempuan. [ary]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.