Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ribuan turis padati kota mati Chernobyl, 30 tahun setelah tragedi

Ribuan turis padati kota mati Chernobyl, 30 tahun setelah tragedi Turis memadati lokasi reaktor Chernobyl. ©2016 Merdeka.com/Der Spiegel/Dmitry Beliakov

Merdeka.com - Hari ini, 26 April 2016, tepat tiga dasawarsa menandai bencana buatan manusia terburuk sepanjang masa: Bocornya reaktor nuklir Chernobyl di Kota Pripyat, Belarusia. Wilayah itu dulu masih menjadi bagian Uni Soviet.

Siapa sangka, 30 tahun berlalu, kawasan pinggiran Pripyat justru dipadati orang. Mereka bukanlah warga asli yang ingin pulang, melainkan para pelancong. Bisnis turisme mengunjungi kota mati yang dikutuk radiasi nuklir itu sedang meningkat pesat.

BBC melaporkan, Senin (25/4), ribuan pelancong dari pelbagai negara mengunjungi Pripyat. Pemandu akan membawa mereka ke titik-titik dramatis. Misalnya arena bermain anak yang kini kosong, bangunan sekolah, hingga berkendara mendekati reaktor Geiger yang konon masih menebar kadar radiasi tingkat tinggi.

Untuk masuk ke daerah yang masih dianggap berbahaya, turis wajib mengenakan pakaian khusus. Para pemandu, kebanyakan warga kota sebelah Chernobyl, akan mematok biaya USD 150 (setara Rp 1,9 juta) per orang.

"Kami tertarik membaca cerita bencana Chernobyl dari majalah dan televisi. Makanya saya dan istri berkunjung ke sini," kata George, wisatawan asal Inggris yang mengaku tak takut melihat langsung lokasi dekat kebocoran nuklir.

chernobyl

Suasana kota Mati dekat reaktor Chernobyl (c) 2013 tour2chernobyl.com

Akibat bocornya reaktor nomor empat 30 tahun lalu, sedikitnya 3,2 juta penduduk terpapar radiasi parah. Ribuan orang terjangkit berbagai penyakit mematikan, mulai dari leukemia, kanker tiroid, hingga penyakit kardiovaskular.

Sampai saat ini, Belarus kehilangan lebih dari USD 235 miliar (atau sekitar Rp 2.291 triliun) pendapatannya per tahun sebagai akibat langsung dari bencana Chernobyl.

Menurut studi yang dilakukan oleh Forum PBB untuk Chernobyl, Belarus, Ukraina dan Federasi Rusia masih membayar tunjangan pada sekitar 7 juta orang yang terkena dampak dari bencana.

sampai sekarang, International Nuclear Event Scale (INES) menyatakan belum ada bukti Chernobyl sudah bersih sepenuhnya dari radiasi.

Insiden Chernobyl terjadi akibat kesalahan prosedur saat uji keselamatan. Ketika turbin diturunkan dayanya hingga 10 persen, petugas lapangan justru menarik batang kendali yang membuat uap muncul terlalu besar. Imbasnya, reaktor meledak. Birokrasi Uni Soviet saat itu yang kurang terbuka pada dunia luar membuat bencana Chernobyl tak ditangani dengan baik. Sampai beberapa pekan, warga tak tahu jika mereka terpapar radiasi. Perintah evakuasi dari Moskow terlanjur telat. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP