Seorang insinyur pertanian Palestina, Inas al-Ghoul membangun kompor bertenaga matahari dan sistem desalinasi untuk mengatasi krisis energi dan air di Gaza akibat perang antara Hamas dan Israel. Foto: REUTERS / Hatem Khaled
Perangkat bertenaga surya buatannya ini, selain berfungsi sebagai kompor buat memasak, juga dapat digunakan untuk memurnikan air dan menghilangkan garam dari air. Foto: REUTERS / Hatem Khaled
Inas al-Ghoul langsung memperlihatkan cara kerja alatnya ini. Salah satunya adalah untuk memasak bahan makanan mentah, sepeti telur ini. Foto: REUTERS
Advertisement
Dengan menggunakan perangkat tersebut, ia mempraktikkan langsung memasak telur-telur itu hingga matang sempurna Foto: REUTERS
Selain itu, perangkat ini juga bisa berfungsi sebagai desalinasi yang memiliki prinsip kerja yang cukup sederhana dan dapat memberikan solusi untuk mengurangi krisis air di Gaza. Foto: REUTERS / Hatem Khaled
Al-Ghoul membuat perangkat ini dengan menggunakan bahan daur ulang. Ia memanfaatkan barang-barang bekas yang terdiri dari kayu, pecahan kaca, dan kulit, beserta potongan terpal yang tersedia, untuk membangun perangkat tersebut. Foto: REUTERS
Advertisement
Menurut Al-Ghoul, perangkat buatannya ini beroperasi berdasarkan prinsip penguapan air yang kemudian melalui proses pengembunan. Kemudian dihubungkan dengan karbon aktif untuk menghilangkan kotoran, kalsium, garam, dan kontaminan lainnya. Foto: REUTERS
Setelah itu, air yang sudah terkumpul dari perangkatnya kemudian diproses melalui dua tahapan penyaringan dan pemurnian sebelum akhirnya terkumpul ke dalam tangki penampungan akhir. Foto: REUTERS
Al-Ghoul menekankan bahwa, setelah melalui beberapa proses ini, perangkat tersebut menghasilkan 100 persen air bersih dan layak untuk diminum. Foto: REUTERS
Advertisement