Ribuan warga ultra-Ortodoks Israel turun ke jalan untuk memprotes rencana perubahan usia wajib militer bagi pelajar seminari Yahudi ultra-Ortodoks.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9227917/original/036031000_1783122865-1719812637169-o08it.jpg)
Aksi ini berlangsung di tengah kota Yerusalem dan berujung bentrok dengan aparat kepolisian.
Para pedemo menentang keras perubahan usia wajib militer dari 26 tahun menjadi 21 tahun. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun
Advertisement
Advertisement
Ketegangan semakin memuncak ketika sejumlah pedemo menyerang mobil seorang Menteri Israel, yang kemudian memicu bentrokan dengan polisi. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9227918/original/059096000_1783122865-1719812935003-1ybya.jpg)
Advertisement
Sejumlah poster berisi penolakan terhadap kebijakan pemerintah turut dibawa pengunjuk rasa. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9227920/original/083320200_1783122865-1719812943713-8kxkni.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9227922/original/025166500_1783122866-1719812719786-r16bv.jpg)
Protes ini dipicu oleh keputusan Mahkamah Agung Israel yang mengharuskan negara mulai memasukkan pelajar seminari Yahudi ultra-Ortodoks ke dalam wajib militer. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun
Advertisement
Keputusan tersebut mendorong parlemen Israel untuk mengesahkan rancangan undang-undang yang menurunkan usia pengecualian wajib militer dari 26 menjadi 21 tahun bagi pelajar seminari Yahudi ultra-Ortodoks. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9227923/original/062340000_1783122866-1719812744551-efa78.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9227924/original/085358400_1783122866-1719812759124-sp5bo.jpg)
Aksi ini sebagai bentuk kekecewan demonstran terhadap anggota parlemen dari United Torah Judaism yang mendukung perubahan itu. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9227925/original/094293600_1783122866-1719812826751-3umt8.jpg)
Para demonstran juga melakukan pemblokiran jalan-jalan utama di Yerusalem dan membakar sampah.
Kondisi ini telah menambah ketegangan semakin meningkat di kota Yerusalem. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9227926/original/039942200_1783122867-1719812810135-kmfpw.jpg)
Aksi protes ini menunjukkan betapa sensitifnya isu wajib militer di kalangan komunitas ultra-Ortodoks Israel. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9227927/original/084287300_1783122867-1719812846859-2egev.jpg)
Hingga berita ini diturunkan, bentrokan antara pedemo dan polisi masih berlangsung, dengan beberapa laporan mengenai cedera di pihak warga Yahudi. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9227915/original/010631400_1783122865-1719811843738-ko6sa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335418/original/001944200_1787981443-chi3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215146/original/082316400_1746794162-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379444/original/037729800_1792627796-Demo_pelajar_di_Yunani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376198/original/070880000_1792312230-AP26290534189154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319019/original/009271200_1755502147-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374231/original/061210200_1792040969-000_D3A22KE.jpg)