Gempuran ribuan roket Hamas yang melintasi wilayah udara perbatasan telah membuat sistem pertahanan udara Iron Dome Israel kewalahan.
Advertisement
Sistem pertahanan udara Israel, Iron Dome tak mampu menghalau ribuan roket Hamas yang terus meluncur ke wilayah Israel.
Roket-roket milik Hamas itu diluncurkan dari Jalur Gaza, Palestina.
Advertisement
Di antara roket-roket yang diluncurkan telah berhasil menembus pertahanan Iron Dome Israel dan menghancurkan sejumlah bangunan di wilayah Israel.
Serangan yang dimulai sejak Sabtu (7/10)/2023) merupakan serangan mendadak oleh pasukan Hamas.
Serangan yang terjadi pada dini hari itu menciptakan pancaran sinar di langit wilayah perbatasan kedua negara yang sedang saling serang itu.
Advertisement
Banyaknya roket Hamas yang diluncurkan membuat Iron Dome Israel kewalahan.
Ratusan korban tewas atas serangan Hamas ke Israel dalam Operasi Badai Al Aqsa.
Sementara ratusan warga Palestina juga tewas akibat serangan balasan Israel ke Gaza.
Advertisement
Seperti dilaporkan media lokal Israel dan pemerintah Palestina, Hamas menyebut serangan massal terhadap pasukan dan pemukiman Israel telah menewaskan sedikitnya 700 orang Israel dan ratusan lainya di Gaza.
Advertisement
Iron Dome diketahui telah beroperasi sejak tahun 2011. Pada tahun itu, sistem tersebut dianggap paling canggih. Namun sekarang ini sudah ada alat yang lebih canggih.
Sebut saja THAAD (terminal high-altitude area defence) dan Patriot yang lebih besar yang dimiliki oleh Amerika Serikat.
Meskipun banyak rudal berhasil dihancurkan, beberapa di antaranya berhasil menembus dan sukses menghantam wilayah Israel.
Advertisement
Hamas mengklaim ada rudal yang ditembakkan sebanyak 5.000 unit, sementara Israel menyebut ada 3.000 unit yang diluncurkan Hamas.