Dia merasa hancur melihat tubuh putrinya yang tak bernyawa, dipenuhi luka-luka akibat serangan udara Israel yang tak terduga.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8930119/original/006302100_1782959987-1712235608433-4s7tq.jpg)
Tangis seorang ayah warga Palestina, Ashraf yang berduka atas tewasnya dua putrinya Aysal dan Rashel pecah di rumah sakit al-Najar di Rafah, di Jalur Gaza selatan, Kamis (4/4/2024). Foto: Mohammed ABED / AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8930120/original/073613000_1782959987-1712236001754-mjgtf.jpg)
Aysal dan Rashel diketahui tewas setelah terbunuh dalam serangan udara yang dilancarkan Israel pada 4 April 2024 malam hari. Foto: Mohammed ABED / AFP
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8930121/original/087084200_1782959987-1712236184911-9o0br.jpg)
Perasaan Ashraf hancur ketika melihat kondisi tubuh kedua putrinya yang tak bernyawa, dipenuhi luka-luka akibat serangan udara yang tak terduga dari Israel. Foto: Mohammed ABED / AFP
Advertisement
Ashraf pun tak bisa menahan air matanya yang terus mengalir deras. Foto: Mohammed ABED / AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8930122/original/009935000_1782959988-1712236214854-iba0w.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8930123/original/088346600_1782959988-1712236193473-ui0wg.jpg)
Ia pun tidak bisa memahami mengapa anak-anak harus menjadi korban dalam konflik yang tak berkesudahan ini. Foto: Mohammed ABED / AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8930124/original/006559500_1782959989-1712236362781-oa2fi.jpg)
Ashraf hanya bisa memeluk dan menangisi jenazah dua anaknya setelah menjadi korban dari serangan yang tak berperikemanusiaan itu. Foto: Mohammed ABED / AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8930125/original/028436600_1782959989-1712236530004-xo6ur.jpg)
Ashraf adalah salah satu dari banyak orang tua Palestina yang harus menghadapi penderitaan yang tak terbayangkan akibat konflik yang berkepanjangan di Gaza. Foto: Mohammed ABED / AFP
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8930126/original/064884800_1782959989-1712236642631-927r9.jpg)
Dia adalah contoh hidup dari konsekuensi tragis dari kekerasan yang telah merenggut nyawa ribuan anak-anak Palestina. Foto: Mohammed ABED / AFP
Advertisement
Tangis Ashraf yang pecah di rumah sakit al-Najar tidak hanya mewakili kesedihan pribadinya, tetapi juga kesedihan dan keputusasaan jutaan orang Palestina yang terus hidup dalam ketakutan dan keprihatinan. Foto: Mohammed ABED / AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8930127/original/092197400_1782959989-1712236652930-qg59j.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8930118/original/083100300_1782959986-1712236803530-icm9g.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9366168/original/049013100_1791256425-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2914760/original/000288800_1568789374-20190918-Kabut-Asap-Malaysia-Singapura-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102003/original/068673400_1737425335-20250121-Tokoh_Penting-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376200/original/084715700_1792312230-AP26290458830942.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381773/original/048235500_1792892483-Gedung_runtuh_di_Kenya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6276979/original/019659800_1779152027-Untitled.jpg)