Penembakan massal yang terjadi di gedung konser Moskow ini diklaim dilakukan oleh militan ISIS.
Penembakan massal terjadi di Gedung Konser Crocus City Hall, Moskow, Rusia, pada Jumat (22/3/2024). Sedikitnya 60 orang tewas dan 145 lainnya terluka dalam serangan yang diklaim dilakukan oleh militan ISIS.
Sebuah video yang terverifikasi memperlihatkan detik-detik penembakan brutal itu terjadi. Foto: REUTERS
Advertisement
Dalam rekaman video tersebut sekelompok pria bersenjata (dalam lingkaran merah) berjalan memasuki ruang utama Crocus City Hall dengan mengarahkan senapan laras panjangnya ke arah orang-orang di lokasi tersebut. Foto: REUTERS
Aksi sekelompok pria bersenjata itu tampak membuat orang -orang terpojok. Sementara, rentetan suara tembakan terdengar dalam video tersebut. Foto: REUTERS
Beberapa orang tampak tergeletak akibat penembakan brutal yang dilakukan sekelompok pria bersenjata itu. Foto: REUTERS
A Significant Terrorist Attack has reportedly occurred at the Crocus Concert Hall in the Russian Capital of Moscow, with at least 4 Gunmen armed with Semi-Auto and Automatic Rifles said to have entered the Building while Shooting anyone that can be seen. Shortly after the First… pic.twitter.com/7RRrBYRyRg
— OSINTdefender (@sentdefender) March 22, 2024
Advertisement
Aksi penembakan brutal ini terjadi tepat sebelum band rock Picnic yang terkenal Rusia tampil di hadapan penonton yang memenuhi gedung konser berkapasitas 6.200 orang tersebut. Foto: REUTERS
Penyelidik Rusia mengatakan jumlah korban tewas lebih dari 60 orang. Pejabat kesehatan mengatakan sekitar 145 orang terluka, 60 di antaranya berada dalam kondisi kritis. Demikian dilaporkan Reuters, Jumat (22/3/2024). Foto: REUTERS
Laporan berita Rusia juga mengatakan, para penyerang juga melemparkan bahan peledak, memicu kebakaran besar di aula, yang bisa menampung 6.000 orang. Foto: REUTERS
Advertisement
Advertisement
Ini menjadi serangan paling mematikan di Rusia selama bertahun-tahun dan terjadi ketika perang negara itu dengan Ukraina memasuki tahun ketiga. Foto: REUTERS