Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang 3 Pekan

Pengumuman yang dibuat oleh Trump ini terjadi setelah diadakannya pertemuan antara duta besar kedua negara di Gedung Putih.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang 3 Pekan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Februari 2026. (Dok. AP/Mark Schiefelbein) (© 2026 Liputan6.com)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari Kamis (23/4), mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah diperpanjang selama tiga minggu. Pengumuman ini terjadi setelah dilakukannya pembicaraan langsung tingkat duta besar di Gedung Putih.

"Gencatan Senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama TIGA MINGGU," kata Trump, seperti yang dikutip dari kantor berita Anadolu.

Dalam kesempatan tersebut, Trump menjamu para duta besar dari kedua negara di Ruang Oval, didampingi oleh Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Trump menggambarkan pertemuan tersebut sebagai "sangat sukses" dan menambahkan bahwa Amerika Serikat akan berkolaborasi dengan Lebanon untuk membantu negara tersebut melindungi diri dari kelompok Hizbullah.

"Saya menantikan dalam waktu dekat untuk menjamu Perdana Menteri Israel Bibi Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun," ujarnya, merujuk kepada Benjamin Netanyahu dengan nama panggilannya.

Selain itu, Trump juga menyatakan kepada para wartawan di Gedung Putih bahwa kemungkinan besar para pemimpin tersebut akan berkunjung ke Gedung Putih selama periode gencatan senjata tiga minggu ini.

"Kami melakukan percakapan yang sangat baik. Dan saya pikir ini adalah awal dari sesuatu yang sangat penting," tambahnya.

Israel Masih Terus Menyerang

Saat ditanya tentang kemungkinan tercapainya perdamaian antara kedua negara di tahun ini, Trump menyatakan bahwa terdapat "peluang besar".

"Israel harus dapat membela dirinya sendiri, jika mereka ditembak, dan mereka akan melakukannya. Saya tidak akan pernah mengatakan bahwa mereka tidak boleh," katanya.

Pertemuan ini merupakan yang kedua kalinya antara Duta Besar Lebanon, Nada Hamadeh Moawad, dan Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, dalam waktu dua minggu, di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh.

Kedua negara tersebut, yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal, sebelumnya telah melaksanakan putaran pertama pembicaraan dalam lebih dari 30 tahun pada tanggal 14 April di Kementerian Luar Negeri AS. Gencatan senjata yang berlangsung selama 10 hari, yang dimediasi oleh AS, mulai berlaku pada tanggal 16 April dan awalnya direncanakan berakhir pada hari Minggu (26/4).

Sejak dimulainya serangan Israel di Lebanon pada tanggal 2 Maret, lebih dari 2.200 orang telah kehilangan nyawa dan lebih dari 1 juta orang terpaksa mengungsi.

Serangan ini terus berlanjut meskipun telah diberlakukan gencatan senjata pada tanggal 16 April, dengan alasan menargetkan Hizbullah. Kelompok Hizbullah sendiri, yang tidak menjadi penandatangan resmi kesepakatan, telah menyatakan bahwa mereka tidak terikat oleh aturan gencatan senjata yang ditetapkan antara Lebanon dan Israel.

Rekomendasi