Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat yang juga Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal melontarkan peringatan keras terkait arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump. Dalam diskusi publik FPCI bertajuk "Outlook on Geopolitical Trends & Indonesian Foreign Policy 2026", Dino tak segan menggunakan istilah "imperialisme" untuk menggambarkan manuver agresif Washington belakangan ini.
"Saya belum pernah menggunakan istilah ini sebelumnya, tetapi ketika Anda berbicara tentang imperialisme, Anda berbicara tentang penaklukan wilayah, penaklukan sumber daya yang agresif," tegas Dino dalam diskusi publik FPCI, Senin (19/1/2026).
Menurut Dino, ciri-ciri imperialisme modern ini terlihat dari pola hubungan yang tidak setara, di mana satu negara menuntut kepatuhan mutlak dari negara lain. Ia menyoroti sikap Presiden Trump yang secara terbuka mengakui ketidakpeduliannya terhadap hukum internasional demi merebut apa yang diinginkan.
Advertisement
Ego Trump Lebih Besar dari Negara
Lebih jauh, Dino menyoroti fenomena "pemujaan pemimpin" yang kian marak. Ia menilai, dalam kasus Trump, ego pribadi sang pemimpin kini telah melampaui pertimbangan akal sehat, kepentingan nasional, bahkan nilai-nilai luhur negaranya sendiri.
"Saya belum pernah melihat bagaimana sebuah ego bisa lebih besar daripada kepentingan dan nilai-nilai nasional, tetapi inilah yang sedang terjadi," ujar mantan wakil menteri luar negeri ini.
Saatnya Kurangi Ketergantungan
Melihat tren berbahaya ini, Dino menyarankan pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah strategis. Indonesia masih harus menghadapi sisa tiga tahun masa jabatan Trump, yang menurutnya dampaknya bisa terasa hingga puluhan tahun ke depan.
"Kekuatannya sangat besar. Jadi, sekali lagi, saya pikir kita harus berpikir serius tentang mengurangi ketergantungan kita pada Amerika Serikat," kata Dino.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie