Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, direncanakan akan melaksanakan pertemuan multilateral dengan para pemimpin dari beberapa negara mayoritas Muslim pada acara Sidang Majelis Umum PBB ke-80 yang berlangsung di New York, pada hari Selasa, 23 September 2025. Menurut informasi dari Gedung Putih, negara-negara yang diundang dalam pertemuan ini meliputi Turki, Qatar, Arab Saudi, Indonesia, Pakistan, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Yordania.
Walaupun demikian, juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, tidak memberikan rincian mengenai agenda pertemuan tersebut. Meskipun demikian, isu Gaza diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama, sebagaimana dikutip dari laman Anadolu Agency pada hari Selasa, 23 September. Leavitt juga menyatakan bahwa Trump akan meninggalkan Washington pada malam Senin untuk menuju New York bersama Ibu Negara Melania Trump.
Pada pagi harinya, Trump dijadwalkan untuk memberikan pidato penting di Majelis Umum PBB, yang akan menyoroti "pembaruan kekuatan Amerika Serikat di seluruh dunia" serta pencapaian yang diraihnya dalam delapan bulan pertama masa jabatannya yang kedua.
Dalam pidato tersebut, Trump juga mengklaim telah "mengakhiri tujuh perang dan konflik global." Leavitt menjelaskan bahwa pidato tersebut akan menyentuh pandangan Trump bahwa "lembaga-lembaga globalis telah merusak tatanan dunia secara signifikan," sekaligus menjelaskan "visi lugas dan konstruktif bagi dunia."
Selain pertemuan multilateral, Trump juga dijadwalkan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, serta para pemimpin dari Ukraina, Argentina, dan Uni Eropa. Pada malam hari Selasa, Trump juga akan menghadiri resepsi bersama para pemimpin dunia sebelum kembali ke Washington.