Israel kemarin mengevakuasi staf kedutaannya di Ibu Kota Athena, Yunani, akibat meningkatnya protes anti-Israel di negara tersebut, menurut laporan media lokal.
Langkah ini dilakukan menyusul demonstrasi yang menentang perang Israel di Gaza, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar Israel Hayom.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa para aktivis sayap kiri Yunani berencana mengadakan “Pawai ke Gaza” pada 10 Agustus, meskipun tidak ada rincian lebih lanjut.
Seorang pejabat keamanan senior Israel mengonfirmasi evakuasi tersebut kepada media Israel Hayom. Ia menyebut "situasi di Yunani" sebagai alasan utama di balik keputusan untuk memindahkan staf kedutaan demi keselamatan mereka.
“Rakyat Yunani tidak akan tinggal diam menyaksikan genosida yang dilakukan Israel di Gaza dengan dukungan dan keterlibatan negara-negara Barat serta pemerintah Yunani,” kutip surat kabar tersebut dari pernyataan gerakan penyelenggara aksi.
Baik otoritas Israel maupun Yunani belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai status staf kedutaan.
Advertisement
Peningkatan Protes dan Ketegangan Diplomatik
Peningkatan ketegangan di Yunani terlihat jelas dengan adanya rencana demonstrasi besar-besaran. Aktivis sayap kiri Yunani berencana menggelar "March to Gaza" pada 10 Agustus 2025, yang diprediksi akan menarik banyak peserta.
Gerakan "March to Gaza" secara tegas menyatakan sikapnya terhadap konflik tersebut. Mereka menegaskan bahwa rakyat Yunani tidak akan tinggal diam menghadapi apa yang mereka sebut sebagai genosida yang dilakukan Israel, dengan dukungan dan keterlibatan Barat serta pemerintah Yunani.
Ketegangan semakin memuncak setelah Duta Besar Israel untuk Yunani, Noam Katz, melontarkan kritik. Katz mengkritik Wali Kota Athena, Haris Doukas, karena dianggap tidak cukup melindungi kota dari pengunjuk rasa damai.
Wali Kota Doukas merespons kritik tersebut dengan pernyataan tajam melalui media sosial. Ia menyatakan, "Kami tidak menerima pelajaran demokrasi dari mereka yang membunuh warga sipil dan anak-anak yang mengantre makanan." Pernyataan ini semakin memperkeruh hubungan diplomatik.
Partai Komunis Yunani (KKE) juga turut mengutuk pernyataan Duta Besar Israel Noam Katz. Mereka menyebut pernyataan tersebut "keji" dan secara terbuka mengkritik pemerintah Yunani atas hubungan yang terlalu erat dengan Israel. Situasi ini menunjukkan luasnya penolakan publik terhadap kebijakan Israel di wilayah tersebut.