Festival Glastonbury bergemuruh saat artis rap meneriakkan ‘Matilah IDF (tentara Israel)’ dan menentang tekanan pemerintah Inggris untuk menyensor artis. Festival ini adalah sebuah seni pertunjukan kontemporer yang dilaksanakan selama lima hari di dekat Pilton, Inggris. Dengan menampilkan berbagai macam pertunjukan musik dan seni pertunjukan.
Dalam festival ini, duo rapper menuai pujian setelah menyanyikan lagu “Matilah IDF” selama penampilan mereka pada Sabtu (28/6) saat sentimen pro-Palestina melonjak di antara para pengunjung festival, demikian dilansir Middle East Eye.
Penyanyi yang berbasis di London, Bob Vylan, melantunkan nyanyian itu beberapa kali saat berada di atas panggung. Hal ini membuat banyak orang di antara penonton yang menggemakan kata-kata itu dan bahkan mengibarkan bendera Palestina.
Penampilan ini terjadi tepat sebelum penampilan terjadwal oleh grup hip-hop Irlandia Utara, yakni Kneecap. Dukungan vokal grup band ini terhadap hak-hak Palestina menarik perhatian politik.
Dua rapper Bob Vylan terdiri dari vokalis/gitaris Bobby Vylan dan drummer Bobbie Vylan. Band ini dikenal karena memadukan punk, grime, dan hip-hop dengan tema-tema yang sadar isu sosial. Lirik mereka sering membahas rasisme, kesehatan mental, dan gentrifikasi di komunitas kulit hitam Inggris.
Advertisement
Bendera Hizbullah
Ketegangan seputar penampilan Kneecap di Glastonbury meningkat. Salah satu anggotanya, yakni Liam Og o hAnnaidh, menghadapi dakwaan terkait terorisme setelah diduga memajang bendera Hizbullah selama pertunjukannya tahun lalu.
Dia belum mengajukan pembelaan dan akan diadili pada 20 Agustus mendatang. Dalam pernyataannya pada Mei, Kneecap menyebut dakwaan itu tidak berdasar dan mengatakan bahwa mereka akan “membela diri dengan keras.” Menurut Inggris, Hizbullah adalah kelompok yang terlarang.
Penyelenggara festival, Emily Eavis, mengatakan Glastonbury tetap menjadi ruang bagi beragam suara, dan bahwa “semua orang diterima di sini.”
Sesaat sebelum penampilan Kneecap di Festival Glastonbury, Og O hAnnaidh mengenakan kaus bertuliskan slogan “We Are All Palestine Action.”
Ia muncul dengan kaus tersebut yang merujuk pada jaringan aksi langsung ‘Palestine Action’, yang dikenal karena menargetkan entitas terkait dengan perdagangan senjata Israel dan perang yang sedang berlangsung di Gaza.
Pemerintah Inggris melarang kelompok aksi tersebut sebagai organisasi teroris setelah seorang aktivis membobol RAF Brize Norton, pangkalan udara terbesar di Inggris. Aksi tersebut dilakukan pada awal bulan ini dengan menyemprotkan cat pada dua pesawat sambil mengendarai skuter listrik.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey