Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus, wafat dalam usia 88 tahun. Kabar duka ini diumumkan secara resmi oleh Vatikan pada Senin (21/4/2025), menandai akhir dari lebih dari satu dekade kepemimpinan yang sarat pembaruan, welas asih, dan kepedulian terhadap kaum marginal.
Sebelum wafat, Paus Fransiskus masih sempat menyapa ribuan umat Katolik dalam Misa Paskah 2025 yang digelar di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada Minggu (20/4/2025). Momen tersebut menjadi penampilan publik terakhir sang Paus, yang hadir dengan kursi roda dan melambaikan tangan dari balkon Basilika Santo Petrus, disambut sorak-sorai jemaat.
Dalam kesempatan itu, Paus juga menyampaikan pesan tradisional Urbi et Orbi, berkat bagi Kota Roma dan seluruh dunia, serta berkeliling menyapa umat menggunakan popemobile terbuka.
Kepergian Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik global. Ia dikenang sebagai pemimpin rohani yang menekankan pendekatan pastoral penuh kasih, mendorong reformasi internal dalam tubuh Gereja Katolik, serta vokal dalam isu-isu keadilan sosial, krisis iklim, dan pengentasan kemiskinan.
Paus Fransiskus juga memainkan peran strategis dalam membangun dialog antaragama, merangkul keragaman, dan menjembatani perbedaan di tengah dunia yang semakin terpecah.
Sebagai Paus pertama dari Amerika Latin, ia membawa perspektif baru dalam kepemimpinan Vatikan sejak terpilih pada 2013 menggantikan Paus Benediktus XVI. Kepemimpinannya dikenal membumi, menolak kemewahan berlebihan, dan lebih dekat pada suara kaum tertindas.
Advertisement
Momen Terakhir Paus Fransiskus Sapa Ribuan Umat Katolik di Misa Paskah