Arkeolog Temukan Peradaban Tertua di China Berusia 6.000 Tahun, Ada Temuan Patung Tanah Liat Perempuan Hamil

Penemuan itu terletak di kompleks situs berukuran sekitar 285.000 meter persegi.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Arkeolog Temukan Peradaban Tertua di China Berusia 6.000 Tahun, Ada Temuan Patung Tanah Liat Perempuan Hamil
budaya hongshan (X)

Arkeolog menemukan puluhan situs kuno yang terhubung dengan budaya Hongsan di Provinsi Liaoning, China Timut Laut. Penemuan ini memberikan pencerahan baru tentang salah satu peradaban tertua di negara tersebut.

Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi Provinsi Liaoning, mengonfirmasi penemuan tersebut sebagai wawasan baru mengenai bagaimana masyarakat kuno hidup dan berkembang, selama hampir 6.000 tahun yang lalu.

Situs yang baru diidentifikasi tersebut merupakan bagian dari kompleks situs Wubaiding, berlokasi di Lingyuan. Situs ini memiliki ukuran sekitar 285.000 meter persegi.

artefak budaya hongshan
artefak budaya hongshan Gary Todd

Pada survei terkini, peneliti mengungkap 53 situs dan mengumpulkan pecahan tembikar, peralatan batu, dan sampel tanah dari berbagai periode.

Di antara 53 situs tersebut terdapat 38 peninggalan budaya yang berasal dari Zaman Neolitikum dan Perunggu, hal ini memberikan bukti berharga tentang pola pemukiman kuno.

Petunjuk Tentang Peradaban Kuno

Para ahli meyakini penemuan tersebut memberikan informasi penting, tentang bagaimana masyarakat kuno terbentuk dan berinteraksi dalam budaya Hongshan yang lebih luas.

Menurut Yu Huaishi, peneliti di lembaga tersebut, penemuan yang membatu itu memetakan evolusi pemukiman manusia.

“Survei arkeologi ini memperlihatkan koordinat utama untuk menjelajahi situs pemukiman lain yang berkembang sejalan dengan wilayah inti budaya Hongshan,” kata Yu, seperti dilansir Greek Reporter.

Penggalian sebelumnya, mengungkap situs upacara besar, gundukan pemakaman, dan artefak yang menggambarkan masyarakat Hongshan sangat maju pada saat itu. Sehingga, adanya penemuan situs baru ini dapat memberikan petunjuk tambahan tentang bagaimana masyarakat Hongshan hidup, berdagang, dan berinteraksi dengan budaya tetangga.

Budaya Hongshan

Budaya Hongshan sudah ada sejak 5.000 hingga 6.000 tahun yang lalu, dikenal sebagai salah satu peradaban prasejarah China yang paling penting.

Budaya ini berpusat dan berkembang di Provinsi Liaoning bagian barat, tetapi juga meluas ke Provinsi Hebei bagian utara, dan Mongolia dalam bagian timur. Kepadatan dan kekayaan situs Hongshan membuat Liaoning dianggap sebagai wilayah inti untuk penelitian.

Budaya Hongshan terkenal dengan artefak gioknya yang canggih, termasuk ukiran simbolis “naga babi” yang menandakan keahlian seni simbolis luar biasa yang dimiliki masyarakat tersebut.

Di samping itu, budaya ini terkenal dengan patung-patung tanah liat, beberapa di antaranya menggambarkan wanita hamil, yang mengisyaratkan fokus pada kesuburan dan kemungkinan praktik keagamaan. Keberadaan situs pemakaman yang kompleks dan struktur upacara yang ada di sana mengindikasikan masyarakat dengan sistem sosial dan spiritual yang rumit.

Reporter Magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi