Kampus Ternama di Inggris Tolak Tuntutan Dubes Israel Agar Batalkan Peluncuran Buku Tentang Hamas

London School of Economics meluncurkan buku berjudul 'Understanding Hamas and Why That Matters'.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Kampus Ternama di Inggris Tolak Tuntutan Dubes Israel Agar Batalkan Peluncuran Buku Tentang Hamas
Kampus Ternama di Inggris Tolak Tuntutan Dubes Israel Agar Batalkan Peluncuran Buku Tentang Hamas (Merdeka.com)

London School of Economics (LSE) di Inggris baru-baru ini menolak permintaan Duta Besar Israel untuk membatalkan acara peluncuran buku yang membahas tentang Hamas. Permintaan tersebut disampaikan oleh Dubes Israel untuk Inggris, Tzipi Hotovely.

Hotovely menuduh LSE memberikan platform bagi apa yang ia sebut sebagai 'propaganda Hamas'. Hotovely mengatakan acara tersebut dapat meningkatkan dukungan terhadap organisasi 'teroris' di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.

Buku yang berjudul Understanding Hamas and Why That Matters tersebut disunting Helena Cobban dan Rami Khouri, diluncurkan pada Senin sore di LSE di tengah kemarahan yang meluas, dengan protes pro-Israel yang diadakan di luar universitas.

Hotovely mengatakan Hamas merupakan organisasi terlarang di Inggris, dan oleh karena itu, LSE seharusnya tidak memberikan ruang bagi pandangan yang dapat dianggap mendukung kelompok tersebut. Namun, LSE dengan tegas membela keputusan mereka untuk tetap melanjutkan acara peluncuran buku tersebut, mengedepankan prinsip kebebasan berbicara dan berekspresi yang menjadi salah satu pilar pendidikan tinggi.

"Kebebasan berbicara dan kebebasan berekspresi merupakan dasar dari semua yang kami lakukan di LSE. Mahasiswa, staf, dan pengunjung sangat dianjurkan untuk berdiskusi dan berdebat mengenai isu-isu yang paling mendesak di seluruh dunia,” jelas juru bicara LSE, dikutip dari Middle East Eye, Rabu (12/3).

Buku tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang Hamas, yang sering kali digambarkan sebagai 'gerakan yang salah dipahami', serta perannya dalam perang Israel-Palestina.

"Buku ini tidak mendukung atau menentang Hamas. Sebaliknya, dalam serangkaian percakapan yang mendalam dan kaya dengan para ahli terkemuka, buku ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang gerakan yang merupakan pemain kunci dalam krisis saat ini," papar juru bicara LSE.

"Buku ini membahas, antara lain, pergeseran kritis Hamas dari aktivisme sosial dan keagamaan ke keterlibatan politik nasional; keseimbangan yang rapuh antara sayap politik dan militer Hamas; dan transformasinya dari kecenderungan anti-Yahudi awal ke sikap yang membedakan antara Yudaisme dan Zionisme."

Rekomendasi