Virus Baru Mirip Corona Ditemukan oleh Ilmuwan China, Ini Faktanya

Virus corona kelelawar baru HKU5-CoV-2 ditemukan di China, memicu kekhawatiran akan potensi penularan ke manusia. Simak fakta selengkapnya.

Rizka Nur Laily Muallifa
Virus Baru Mirip Corona Ditemukan oleh Ilmuwan China, Ini Faktanya
ciri virus Ilustrasi dibuat AI (© 2025 Liputan6.com)

Baru-baru ini, sekelompok ilmuwan di China berhasil mengidentifikasi virus corona baru yang dinamakan HKU5-CoV-2, yang berasal dari kelelawar. Virus ini menarik perhatian karena memiliki kemiripan dengan SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19. Penelitian menunjukkan bahwa HKU5-CoV-2 mampu mengikat reseptor ACE2, yang juga digunakan oleh virus corona sebelumnya yang telah mengakibatkan pandemi global. Meskipun hingga saat ini belum ada laporan mengenai infeksi pada manusia, penemuan ini tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan para ilmuwan.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa virus corona yang berasal dari kelelawar memiliki potensi untuk menyebar ke spesies lain sebelum akhirnya dapat menginfeksi manusia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami tingkat ancaman yang mungkin ditimbulkan oleh virus ini terhadap kesehatan masyarakat secara global.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah mengeluarkan pernyataan mengenai virus ini. Menurut CDC, belum ada bukti bahwa HKU5-CoV-2 dapat menyebabkan wabah pada manusia saat ini. Meskipun demikian, mereka tetap melakukan pemantauan secara ketat terhadap perkembangan virus ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya mutasi atau perubahan dalam pola penularan.

Dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber pada Rabu (26/2/2025), berikut fakta selengkapnya.

Bagaimana Virus HKU5-CoV-2 Ditemukan?

Tim ilmuwan dari Laboratorium Guangzhou, Akademi Ilmu Pengetahuan Guangzhou, dan Institut Virologi Wuhan berhasil menemukan virus HKU5-CoV-2. Penelitian ini dipimpin oleh Shi Zhengli, seorang ahli virologi ternama yang dikenal dengan julukan "Batwoman" karena fokus penelitiannya pada virus corona yang berasal dari kelelawar.

Virus ini pertama kali teridentifikasi pada kelelawar pipistrelle Jepang di Hong Kong. Para peneliti mencatat bahwa HKU5-CoV-2 memiliki kesamaan dengan kelompok merbecovirus, yang juga mencakup MERS-CoV, virus yang menyebabkan Sindrom Pernapasan Timur Tengah. Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat beberapa virus dalam kelompok ini dapat berpindah dari hewan ke manusia melalui inang perantara.

Dalam jurnal ilmiah Cell, para peneliti mengungkapkan bahwa virus ini dapat menginfeksi sel manusia dalam pengaturan laboratorium. Namun, penting untuk dicatat bahwa hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa virus ini dapat menular antar manusia. Oleh karena itu, para ahli menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi HKU5-CoV-2 dalam menyebabkan wabah baru di masa depan.

Apakah Virus Ini Berisiko Menular ke Manusia?

Sejauh ini, tidak semua virus corona yang berasal dari kelelawar dapat menginfeksi manusia. Namun, HKU5-CoV-2 memiliki karakteristik yang harus diperhatikan secara serius. Salah satu alasan utama yang menjadikan virus ini berpotensi menular adalah kemampuannya dalam mengikat reseptor ACE2 manusia, yang merupakan jalur utama bagi virus corona untuk masuk ke dalam sel tubuh manusia.

Menurut Prof. Edward Holmes, seorang ahli biologi evolusi di University of Sydney, keberadaan reseptor ACE2 dalam HKU5-CoV-2 adalah aspek yang paling mengkhawatirkan.

Para peneliti juga mencatat bahwa efisiensi pengikatan virus ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan SARS-CoV-2. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun virus ini mampu memasuki sel manusia, kemampuannya untuk menyebar dan berkembang biak masih sangat terbatas. Dengan kata lain, meskipun risiko terjadinya wabah dalam waktu dekat tergolong rendah, hal tersebut tetap tidak bisa diabaikan sepenuhnya.

Apa Kata CDC Tentang Virus Ini?

CDC telah merilis pernyataan resmi terkait virus ini setelah hasil penelitian dipublikasikan. Dalam pernyataan yang disampaikan kepada Newsweek, CDC menegaskan bahwa meskipun virus ini mampu memasuki sel manusia dalam pengujian laboratorium, hingga saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa HKU5-CoV-2 telah menginfeksi manusia.

CDC menekankan komitmennya untuk terus memantau perkembangan virus ini dan akan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat jika terdapat perubahan yang signifikan. Pernyataan ini bertujuan untuk meredakan kekhawatiran publik, serta menegaskan pentingnya penelitian yang serius terhadap virus corona baru guna mencegah potensi pandemi di masa mendatang.

Di samping itu, para ilmuwan juga mengemukakan bahwa pemantauan terhadap populasi kelelawar dan spesies inang lainnya sangat krusial untuk mendeteksi virus baru sebelum menyebar ke manusia. Penelitian semacam ini dapat berkontribusi dalam merumuskan strategi pencegahan dini demi menghindari bencana kesehatan global seperti yang terjadi pada COVID-19.

Apakah Virus Ini Bisa Menyebabkan Pandemi Baru?

Bank Dunia: Kelas Menengah Indonesia Menyusut Hampir Separuh
Aktivitas pekerja saat jam pulang kantor di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022). Menurut Riza Patria, pencabutan status pandemi menjadi pandemi merupakan kewenangan pemerinta © 2026 Liputan6.com

Meskipun HKU5-CoV-2 mirip dengan SARS-CoV-2, terdapat beberapa alasan yang menjadikannya kurang berisiko dalam waktu dekat. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun virus ini dapat menginfeksi sel-sel manusia, tingkat infeksinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan virus penyebab Covid-19.

Untuk dapat memicu pandemi, sebuah virus perlu memiliki sejumlah karakteristik penting, termasuk kemampuan untuk menular dengan cepat antar individu, daya tahan terhadap lingkungan, dan potensi untuk mengalami mutasi yang tinggi. Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa HKU5-CoV-2 memiliki semua kriteria tersebut.

Dengan mempertimbangkan kemampuan virus corona untuk bermutasi, para ilmuwan terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan global. Pemantauan yang ketat terhadap virus-virus baru yang muncul dari populasi kelelawar dan inang lainnya adalah kunci untuk mencegah kemungkinan pandemi di masa depan.

People Also Ask

Apakah HKU5-CoV-2 sudah menginfeksi manusia?

Tidak. Hingga saat ini, belum ada laporan bahwa virus ini menginfeksi manusia, tetapi penelitian masih terus dilakukan.

Mengapa virus dari kelelawar berbahaya bagi manusia?

Karena kelelawar adalah reservoir alami bagi banyak virus, termasuk SARS, MERS, dan kemungkinan virus baru yang dapat melompat ke manusia.

Apakah virus ini bisa menyebabkan pandemi seperti COVID-19?

Saat ini, risikonya masih rendah karena tingkat penularannya ke manusia belum terbukti. Namun, penelitian terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan mutasi.

Rekomendasi