Gara-Gara Pisang, Pemain Bola Tunisia Bakar Diri Sampai Tewas

Dalam videonya di Facebook, dia mengatakan alasannya membakar dirinya adalah untuk memprotes tuduhan "terorisme" yang ditujukan kepadanya.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Gara-Gara Pisang, Pemain Bola Tunisia Bakar Diri Sampai Tewas
Nizar Issaoui. ©facebook

Pemain bola asal Tunisia Nizar Issaoui, tewas setelah membakar dirinya untuk memprotes "ketidakadilan polisi".

"Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, petugas medis tidak dapat menyelamatkan nyawa pria berusia 35 tahun itu setelah menderita luka bakar tingkat tiga," kata adiknya, seperti dilansir Aljazeera, Jumat (14/4).

Issaoui adalah seorang mantan pemain bola untuk tim Monastir AS. Ia juga merupakan ayah dari empat orang anak.

Dalam videonya di Facebook, dia mengatakan alasannya membakar dirinya adalah untuk memprotes tuduhan "terorisme" yang ditujukan kepadanya.

Ia dituduh melakukan tindakan "terorisme" oleh petugas polisi di Desa Haffouz, Kairouan, Tunisia Pusat, setelah dia tidak mampu membayar pisang seharga 10 Dinar atau setara dengan Rp49.000 dua kali lipat dari harga rekomendasi pemerintah.

"Untuk pertikaian akibat seseorang yang menjual pisang seharga 10 Dinar, saya dituduh dengan kasus terorisme oleh pihak kepolisian. Tuduhan terorisme untuk protes terhadap pisang," tulis Issaoui pada laman Facebooknya.

Protes Issaoui mengingatkan orang terhadap protes Mohamed Bouazizi, seorang pedagang kaki lima yang membakar dirinya sehingga memicu Revolusi Tunisia dan gelombang Musim Semi Arab yang menggulingkan sejumlah pemimpin negara di Timur Tengah.

Kematian Issaoui menimbulkan gelombang protes di Tunisia. Para pemuda yang berdemo dibalas dengan tembakan gas air mata oleh pihak kepolisian.

Tunisia kini sedang mengalami krisis pangan terburuk di mana inflasi melonjak hingga 11 persen dan kelangkaan bahan makanan terjadi di berbagai tempat.

Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra

Rekomendasi