Presiden Tanzania, Samia Suluhu Hassan membatalkan perayaan Hari Kemerdekaan pada Jumat (9/12) nanti dan mengarahkan dana untuk perayaan itu digunakan untuk membangun asrama untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Perayaan Hari Kemerdekaan ke-61 negara itu dianggarkan sebesar USD445.000 atau sekitar Rp6,9 miliar dan anggaran tersebut akan dialihkan untuk membangun delapan unit asrama untuk sekolah dasar di seluruh Tanzania.
Menteri Luar Negeri Tanzania, George Simbachawene mengatakan pada Senin, anggaran tersebut telah dikeluarkan. Dia mengatakan, perayaan Hari Kemerdekaan akan diselenggarakan bukan dengan parade dan selebrasi lainnya, melainkan dengan menggelar dialog publik terkait pembangunan. Biasanya Hari Kemerdekaan dirayakan dengan megah dan perjamuan mewah.
"Debat dan konferensi akan didahului dengan berbagai jadwal para kepala daerah dan kabupaten untuk melakukan kegiatan sosial di berbagai daerah antara lain membersihkan rumah sakit, sekolah, panti jompo dan kelompok berkebutuhan khusus," jelasnya, dikutip dari Aljazeera, Rabu (7/12).
Ini bukan pertama kalinya perayaan Hari Kemerdekaan dibatalkan di negara Afrika Timur itu. Pada 2015, perayaan Hari Kemerdekaan juga dibatalkan presiden Tanzania saat itu, John Magufuli dan mengalihkan anggaran untuk pembangunan jalan di ibu kota komersil, Dar es Salaam. Pada 2020, Magufuli juga melakukan langkah yang sama, mengalihkan dana perayaan kemerdekaan untuk membeli fasilitas medis.
Samia Suluhu Hassan merupakan kepala negara perempuan pertama Tanzania.
Dia sebelumnya pernah menjadi manajer proyek Program Pangan Dunia (WFP) PBB. Dia juga sebelumnya menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan Pemuda, Perempuan, dan Anak-Anak. Dalam setiap pidatonya, Samia kerap mendorong perempuan dan anak perempuan Tanzania mengejar impian mereka.