Perdana Menteri (PM) Inggris, Liz Truss mengumumkan pengunduran dirinya, termasuk mundur sebagai ketua Partai Konservatif. Pengunduran diri ini diumumkan setelah enam pekan ditunjuk menggantikan pendahulunya, Boris Johnson.
Truss mengundurkan diri setelah kebijakannya menyebabkan guncangan ekonomi dan perpecahan di tubuh partai.
Berbicara di luar kantornya di Downing Street pada Kamis (20/10), Truss mengatakan dia tidak bisa memenuhi janji-janjinya ketika dia mencalonkan diri sebagai ketua partai dan kehilangan kepercayaan dari partainya.
"Saya akui meski, mengingat situasinya, saya tidak bisa menjalankan mandat di mana saya dipilih Partai Konservatif. Oleh karenanya saya telah berbicara dengan Yang Mulia Raja memberitahukan beliau bahwa saya mengundurkan diri sebagai ketua Partai Konservatif," jelasnya, seperti dilansir Aljazeera, Kamis.
Truss mengatakan dia akan tetap menjabat PM sampai penggantinya terpilih. Partai Konservatif akan menggelar pemilihan ketua yang selesai dalam waktu sepekan.
Partai oposisi Inggris, Partai Buruh atau Tory menyerukan pemilu secepatnya.