Wakanda Disebut Bisa Jadi Model Kota Masa Depan, Simak Alasannya

Model transportasi di Wakanda yang mampu menghubungkan penduduk kota adalah konsep yang patut ditiru kota-kota masa depan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Wakanda Disebut Bisa Jadi Model Kota Masa Depan, Simak Alasannya
wakanda. ©Marvel Studios

Wakanda, sebuah negara fiksi (tidak nyata) yang memiliki berbagai kemajuan teknologi dan muncul di film Black Panther Marvel diyakini dapat menjadi model kota masa depan.

Model transportasi di Wakanda yang mampu menghubungkan penduduk kota adalah konsep yang patut ditiru kota-kota masa depan.

“Salah satu hal yang saya sukai dari Wakanda, jika Anda perhatikan, jika Anda menonton ‘Black Panther’ dengan cermat, ada kotanya, kota ini memiliki semua angkutan massal dan semua taman perumahan dan semua ini Dan saat Anda meninggalkan kota, Anda berada di lahan pertanian. Dan ada hubungan antara kehidupan pedesaan dan kehidupan perkotaan,” jelas penulis buku A Country of Cities: A Manifesto for an Urban America, Vishaan Chakrabarti, seperti dilansir CNN, Selasa (18/10).

Bagi Chakrabarti, keseimbangan kehidupan kota dan pedesaan yang digambarkan di film Black Panther patut diikuti. Penggunaan tanah yang efisien untuk tanah pertanian seperti di film juga dapat mengurangi penggunaan tanah untuk hal-hal yang tidak penting.

Keadaan kota saat ini masih sangat jauh dari kota di Wakanda. Kota-kota saat ini, seperti di Amerika Serikat (AS) sering dibangun untuk memfasilitasi pergerakan mobil dan bukan pejalan kaki.

Kota-kota itu pun dibangun besar-besaran setelah berakhirnya Perang Dunia II. Kala itu banyak pusat-pusat kota makin sepi karena penduduk kota yang mulai tinggal di pinggiran kota. Akhirnya orang-orang membutuhkan transportasi untuk mencapai pinggiran kota dari pusat kota.

Kendaraan-kendaraan pribadi pun makin meningkat karena kebutuhan untuk pergi ke pinggiran kota. Akhirnya budaya penggunaan mobil pribadi lahir. Kota-kota pun mulai membangun jalanan untuk memfasilitasi mobil-mobil.

Berbeda dengan film Wakanda yang memperlihatkan minimnya penggunaan mobil di kota-kota. Sebab itu konsep atau model kota masa depan harus mempertimbangkan penggunaan transportasi umum yang mampu menghubungkan penduduk.

“Saya pikir kita berada dalam waktu yang sangat menarik sekarang, dengan semacam transformasi sekali dalam seabad dan itu ada hubungannya dengan kendaraan listrik yang terhubung secara otonom,” jelas Joann Muller, penulis transportasi dan kota masa depan untuk majalah Axios.

Bagi Muller, kota-kota kini telah menyediakan fasilitas transportasi mikro (kecil), seperti sepeda atau skuter. Transportasi itu pun dapat membawa orang ke tujuannya lebih cepat dibandingkan naik kendaraan pribadi.

Chakrabarti mengungkap banyak kota-kota di Eropa telah menerapkan penggunaan sepeda dan transportasi umum untuk penduduknya.

“Kopenhagen dan sebagainya, berton-ton jalur sepeda, ada seluruh budaya bersepeda, negara-negara Belanda, sekali lagi, infrastruktur yang sangat besar di sekitar jalan kaki, bersepeda, dan angkutan massal,” jelasnya.

Berbeda dengan Amerika Serikat (AS) yang masih banyak kota-kota tidak memfasilitasi transportasi mikro melainkan masih sangat bergantung pada penggunaan kendaraan pribadi.

Karena itu, kota di Wakanda menjadi model yang tepat bagi kota masa depan.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan

Rekomendasi