Otoritas Penerbangan Sulit Tetapkan Penyebab Jatuhnya Pesawat China Eastern Airlines

Hancurnya pesawat China Eastern Airlines yang jatuh pada Senin yang membawa 132 orang membuat penyelidik sangat kesulitan menetapkan penyebab kecelakaan,

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Otoritas Penerbangan Sulit Tetapkan Penyebab Jatuhnya Pesawat China Eastern Airlines
Pesawat China Eastern Airlines jatuh. ©STR/AFP

Hancurnya pesawat China Eastern Airlines yang jatuh pada Senin yang membawa 132 orang membuat penyelidik sangat kesulitan menetapkan penyebab kecelakaan, menurut Badan Penerbangan Sipil China (CAAC) pada Selasa.

Direktur CAAC, Zhu Tao menyampaikan, tidak ada korban selamat yang ditemukan tim SAR yang terus melakukan pencarian di lokasi jatuhnya pesawat di kawasan pegunungan dan hutan di wilayah Guangxi tersebut.

"Pesawat itu rusak parah saat jatuh, dan penyelidikan akan menghadapi tingkat kesulitan yang sangat tinggi," jelas Zhu dalam konferensi pertama pemerintah terkait kecelakaan tersebut, dikutip dari The Guardian, Rabu (23/3).

"Mengingat informasi yang ada tersedia saat ini, kami masih belum memiliki penilaian yang jelas tentang penyebab kecelakaan itu," lanjutnya.

Zhu menambahkan, pesawat tersebut tidak menjawab panggilan berulang kali dari ATC saat turun dengan kecepatan tinggi.

Zhu mengatakan, pesawat tersebut dikirim ke China pada 22 Juni 2015 dan telah terbang selama 18.239 jam setelah melayani 8.986 penerbangan.

Penyelidik China akan memimpin penyelidikan karena kecelakaan terjadi di China, tapi otoritas AS akan memberikan bantuan karena pesawat tersebut buatan AS.

Pesawat Boeing 737-800 itu telah memenuhi standar kelaikan udara sebelum lepas landas dan kondisi teknisnya stabil, menurut Sun Shiying dari China Eastern Airlines.

"Anggota kru sehat, dan pengalaman terbang mereka sejalan dengan persyaratan dalam peraturan," lanjut Sun Shiying dalam konferensi pers tersebut.

Pesawat dengan penerbangan MU5735 itu terbang dari Kunming, Provinsi Yunnan menuju Guangzhou saat jatuh di pegunungan Guangxi kurang dari satu jam sebelum jadwal mendaratnya.

Pada Selasa, tim SAR menyisir lereng gunung yang lebat menggunakan sekop dan obor untuk mencari korban dan kotak hitam pesawat tersebut.

Sekitar 600 tentara, pemadam kebakaran, dan polisi berjalan menuju TKP setelah ekskavator dikerahkan untuk membuka jalan, seperti dilaporkan media pemerintah China.

Si (64), seorang penduduk desa dekat lokasi jatuhnya pesawat menyampaikan kepada Reuters, dia mendengar suara sangat keras saat kecelakaan terjadi.

"Seperti gemuruh," ujarnya.

Rekomendasi