PM Selandia Baru Jacinda Ardern Batalkan Pernikahan karena Maraknya Kasus Omicron

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern membatalkan pernikahannya saat negaranya menerapkan pembatasan baru untuk memperlambat penyebaran virus corona varian Omicron.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
PM Selandia Baru Jacinda Ardern Batalkan Pernikahan karena Maraknya Kasus Omicron
PM Selandia Baru Jacinda Ardern. ©2019 New Zealand Prime Minister's Office/Handout via REUTERS

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern membatalkan pernikahannya saat negaranya menerapkan pembatasan baru untuk memperlambat penyebaran virus corona varian Omicron. Pembatalan acara pernikahan ini disampaikan kepada wartawan pada Minggu (23/1).

Selandia Baru menerapkan kewajiban pemakaian masker dan membatasi perkumpulan mulai Minggu dini hari setelah klaster sembilan kasus Omicron menunjukkan penyebaran komunitas dari pulau Utara ke Selatan setelah digelar satu acara pernikahan.

Satu keluarga kembali ke Nelson di Pulau Selatan menggunakan pesawat setelah menghadiri acara pernikahan dan agenda lainnya di Auckland, Pulau Utara. Keluarga tersebut dan seorang pramugari dites positif Covid-19.

Selandia Baru akan kembali ke zona merah di bawah aturan perlindungan Covid-19 yang ditetapkannya. Tempat-tempat publik di dalam ruangan seperti bar dan restoran serta acara seperti pernikahan akan dibatasi hanya untuk 100 orang. Batasan itu kemudian dikurangi menjadi hanya 25 orang jika tempat acara tidak memberlakukan sertifikasi vaksin, jelas PM Ardern.

"Acara pernikahan saya tidak akan dilanjutkan," jelasnya, dikutip dari Reuters.

Ardern juga merasa prihatin dengan orang-orang yang tidak melanjutkan rencana pernikahannya. Ardern belum mengungkap tanggal pernikahannya, tapi beredar rumor akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Ditanya bagaimana perasannya terkait pembatalan acara penikahannya dengan kekasihnya, Clarke Gayford, Ardern menjawab: "Begitulah hidup."

"Saya tidak ada bedanya, saya berani katakan, ribuan warga Selandia Baru lainnya yang merasakan dampak yang jauh lebih dahsyat karena pandemi, yang paling menyedihkan adalah ketidakmampuan untuk bersama orang yang dicintai saat mereka sakit parah. Itu akan jauh, jauh melampaui kesedihan yang saya alami," lanjut Ardern.

Perbatasan Selandia Baru ditutup untuk orang asing sejak Maret 2020. Pemerintah menunda rencana pembukaan kembali perbatasan pada pertengahan Januari menjadi akhir Februari karena kekhawatiran potensi wabah Omicron seperti di negara tetangganya, Australia.

Orang-orang masih bisa mengunjungi Selandia Baru dengan pengecualian terbatas, di mana mereka harus mengajukan syarat tinggal di fasilitas karantina pemerintah. Pekan lalu, pemerintah berhenti mengeluarkan izin tinggal tersebut di tengah lonjakan Omicron.

Sekitar 94 persen populasi Selandia Baru di atas 12 tahun telah divaksinasi penuh dan sekitar 56 persen mereka yang memenuhi syarat telah menerima suntikan booster.

Rekomendasi