Pemerintah di Jerman utara meminta ribuan warga disuntik ulang setelah sebuah penyelidikan menemukan perawat Palang Merah kemungkinan telah menyuntik mereka dengan larutan air garam, bukan cairan vaksin Covid-19.
The Guardian melaporkan pada Kamis, sebanyak 8.600 warga, termasuk lansia dan mereka yang masuk kategori risiko tinggi, diduga telah disuntik dengan larutan air garam, bukan cairan vaksin Covid-19.
Perawat tersebut diduga menyuntikkan air garam di pusat vaksinasi di Friesland, distrik pinggiran dekat kepulauan Laut Utara pada awal musim semi.
“Saya benar-benar kaget dengan kejadian ini,” kata salah seorang dewan penasihat wilayah tersebut, Sven Ambrosy di Facebook, saat pemerintah lokal mengeluarkan seruan tersebut pada Selasa, dikutip dari Al Arabiya, Jumat (13/8).
Walaupun larutan air garam tidak membahayakan, tapi sebagian besar warga yang divaksinasi pada Maret dan April lalu adalah lansia dan orang yang berisiko tinggi tertular Covid-19.
Penyelidik kepolisian, Peter Beer, dalam konferensi pers menyampaikan penyelidikan sedang berlangsung. Namun dia tidak menyebutkan nama perawat tersebut. Beer mengatakan, motif perawat tersebut mengganti cairan vaksin dengan air garam juga belum jelas. Menurutnya, perawat ini pernah membagikan pandangannya yang meragukan vaksin di media sosial.