Nigeria Mobilisasi Seluruh Pasukan Polisi Setelah Unjuk Rasa Tewaskan 69 Orang

Nigeria kerahkan seluruh anggota polisi turun ke lapangan menyusul unjuk rasa berujung rusuh yang tewaskan 69 orang.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Nigeria Mobilisasi Seluruh Pasukan Polisi Setelah Unjuk Rasa Tewaskan 69 Orang
Aksi Demo di Nigeria. ©2020 REUTERS/Temilade Adelaja

Kepala Kepolisian Nigeria, Mohammed Adamu memerintahkan mobilisasi semua anggota untuk mengatasi demonstrasi yang telah terjadi selama beberapa hari terakhir ini.

Dalam sebuah pernyataan, Adamu memerintahkan rekan-rekannya untuk “mendominasi ruang publik” dan menyerukan diakhirinya kerusuhan yang telah menewaskan sedikitnya 69 orang.

Dia juga mendorong agar “warga yang taat hukum untuk tidak panik, melainkan bergabung dengan polisi untuk melindungi komunitas mereka dari unsur-unsur kriminal”. Demikian dikutip dari The Hill, Minggu (25/10).

Warga Nigeria melakukan unjuk rasa damai selama berminggu-minggu di negara itu, mendesak dibubarkannya Pasukan Anti-Perampokan Khusus Nigeria yang brutal. Namun unit tersebut secara resmi dibubarkan awal bulan ini, dan kini unjuk rasa terus berlanjut menyusul laporan bahwa beberapa anggota dari unit yang dibubarkan dipekerjakan untuk peran lain.

Ketegangan meningkat setelah tentara menembaki kerumunan yang sebagian besar demonstran muda menyanyikan lagu kebangsaan di kota Lagos pada Selasa. Amnesty International melaporkan pada Rabu, sedikitnya 12 pengunjuk rasa tewas dalam insiden itu.

Akibat peristiwa tersebut, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mendapat kecaman keras karena tidak menyebut pembunuhan hari Selasa dalam pidato nasionalnya Kamis, namun Buhari malah memperingatkan warga agar tidak “merusak keamanan nasional".

Buhari mengatakan, 51 warga sipil tewas dalam tindakan keras polisi terhadap unjuk rasa pekan ini, bersama dengan 11 petugas polisi dan tujuh tentara.

Joe Biden Dukung Demonstran

Serangan hari Selasa dan unjuk rasa yang sedang berlangsung tersebut mendapat perhatian internasional. Capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden pada Kamis mengatakan AS “harus mendukung warga Nigeria yang secara damai berdemonstrasi untuk reformasi polisi dan mengupayakan diakhirinya korupsi dalam demokrasi mereka”.

"Saya mendesak Presiden Buhari dan militer Nigeria untuk menghentikan tindakan keras terhadap pengunjuk rasa di Nigeria, yang telah mengakibatkan beberapa kematian,” lanjut mantan wakil presiden itu.

“Doa saya untuk semua orang yang kehilangan orang yang dicintai dalam kekerasan itu”.

Biden berharap pemerintah Nigeria akan “terlibat dalam dialog dengan itikad baik dengan masyarakat sipil untuk menangani keluhan lama ini dan bekerja sama untuk Nigeria yang lebih adil dan inklusif”.

Reporter Magang: Galya Nge

Rekomendasi