Hasil Survei Sebut Joe Biden Menang Debat Capres AS Kedua, Kalahkan Donald Trump

Berdasarkan hasil survei, debat capres AS kedua dimenangkan calon dari Demokrat, Joe Biden.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Hasil Survei Sebut Joe Biden Menang Debat Capres AS Kedua, Kalahkan Donald Trump
Donald Trump dan Joe Biden dalam Debat Capres AS. ©REUTERS

Debat capres Amerika Serikat kedua yang berlangsung di Universitas Belmont, Nashville, Tennesse dua hari lalu dimenangkan capres Demokrat Joe Biden. Sebagian besar pemilih mengatakan Biden tampil lebih baik daripada capres petahanan Donald Trump selama debat presiden kedua, menurut survei Politico/Morning Consult yang dirilis Jumat.

Secara keseluruhan, 54 persen pemilih yang menonton debat tersebut mengatakan Biden tampil terbaik. Sementara 39 persen mengatakan Trump menang, dan 8 persen pemilih yang menonton tidak yakin atau tidak memiliki pendapat tentang siapa yang terbaik.

Dikutip dari USA Today, Minggu (25/10), debat yang jauh lebih tenang daripada debat pertama itu memiliki sedikit interupsi sehingga menyisakan ruang untuk diskusi kebijakan sebenarnya. Debat kedua juga minim serangan antar kandidat seperti debat pertama.

Kinerja kedua kandidat juga diketahui telah meningkat dari sebelumnya yang mana dalam survei Politico/Morning Consult 30 September, hanya 50 persen pemilih mengatakan kinerja Biden lebih baik, sementara 34 persen memilih Trump.

Selama Biden dan Trump saling cecar terkait industri gas alam, Biden mengatakan akan melakukan transisi dari industri minyak “karena harus digantikan oleh energi terbarukan”.

“Saya akan berhenti memberi kepada industri minyak, saya akan berhenti memberi mereka subsidi federal, Anda tidak akan memberikan subsidi federal untuk gas, tenaga surya dan angin, Mengapa kami memberikannya kepada industri minyak?” ujar Biden.

Sekitar 57 persen pemilih terdaftar sangat atau agak mendukung penghapusan industri minyak secara bertahap dan transisi ke energi terbarukan, sesuatu yang menurut Biden akan dia lakukan.

Sedangkan 70 persen pemilih juga mengatakan, negara tersebut berada di jalur yang salah sementara hanya 30 persen yang mengatakan bahwa negara tersebut menuju ke arah yang benar.

Di antara 1.848 pemilih terdaftar yang disurvei dalam jajak pendapat ini, 58 persen tidak setuju dengan kinerja Trump sebagai presiden, dibandingkan dengan 40 persen yang setuju.

Reporter Magang: Galya Nge

Rekomendasi