Trump Sempat Demam Tinggi dan Kadar Oksigen Menurun Usai Positif Covid-19

Menyusul pemaparan dari para dokter kepresidenan Trump selama akhir pekan, rincian lebih tentang penyakit Covid-19 yang dideritanya bermunculan tapi masih ada sejumlah pertanyaan.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Trump Sempat Demam Tinggi dan Kadar Oksigen Menurun Usai Positif Covid-19
Presiden AS Donald Trump saat tiba di Walter Reed Medical Center. ©2020 AFP/DREW ANGERER

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengalami demam tinggi dan kadar oksigennya menurun setidaknya dua kali saat dia berjuang dengan Covid-19. Hal ini disampaikan para dokternya pada Minggu.

Menyusul pemaparan dari para dokter kepresidenan Trump selama akhir pekan, rincian lebih tentang penyakit Covid-19 yang dideritanya bermunculan tapi masih ada sejumlah pertanyaan.

Sejak Trump mengumumkan diagnosid Covid-19 di Twitter pada Jumat pagi, kondisinya naik turun. Hal ini disampaikan dokter Gedung Putih,Dr Sean Conley selama konferensi pers di RS Militer Walter Reed pada Minggu, dikuti0 dari CNN, Senin (5/10).

Conley menyampaikan, pada Kamis malam dan sampai Jumat pagi, Presiden Trump dalam kondisi sehat dengan hanya gejala ringan dan kadar oksigennya tinggi. Namun beberapa waktu kemudian pada Jumat pagi, Trump mengalami demam tinggi dan saturasi oksigennya untuk sementara turun di bawah 94 persen.

Kadar saturasi oksigen normal dalam darah adalah 95 persen atau lebih. Trump awalnya bersikeras dia tak butuh oksigen.

"Dia tidak sesak napas. Dia kelelahan, demam, dan itu saja," kata Conley.

Kendati demikian, Trump diberikan oksigen. Setelah sekitar semenit, kadar oksigennya naik melebihi 95 persen.

Kemudian pada Jumat itu, Trump keluar kamar, jalan-jalan sekitar kediamannya di Gedung Putih dan hanya mengalami gejala ringan.

Pada Jumat siang, Conley mengatakan dalam sebuah surat Gedung Putih, Trump menerima koktail antibodi monoklonal - perawatan sistem kekebalan investigasi dari perusahaan bioteknologi Regeneron - dan telah mengonsumsi zinc, vitamin D, obat mulas famotidine, melatonin dan aspirin harian.

Beberapa penelitian kecil menunjukkan famotidine, bahan aktif dalam Pepcid AC, mungkin membantu meningkatkan pemulihan dari Covid-19 tetapi tidak jelas apakah itu alasan Trump mengambilnya.

Pada Jumat malam, Presiden dibawa ke Walter Reed untuk evaluasi dan pemantauan. Sebelum berangkat ke rumah sakit, Trump merekam pesan video yang mengumumkan bahwa dia akan dipindahkan.

Presiden tetap tak alami demam sejak Jumat pagi, kata Dr. Sean Dooley, salah satu dokter Trump, dalam pengarahan hari Minggu. Dokter belum mengatakan apakah mereka telah memberinya obat penurun demam seperti ibuprofen atau acetaminophen.

Kondisi Trump pada Sabtu

Conley mengatakan, kadar oksigen Trump kembali turun ke angka 93 persen. Dokter terus memantau dan kemudian kembali naik.

Dokter Trump memutuskan untuk memberinya obat kortikosteroid deksametason, yang telah terbukti membantu pasien Covid-19 dan biasanya diberikan kepada pasien dengan oksigen tambahan atau ventilasi.

Di Amerika Serikat, deksametason telah digunakan untuk mengobati beberapa pasien Covid-19 sejak awal pandemi - tetapi beberapa dokter sebelumnya telah memperingatkan "ini bukan pengobatan untuk penyakit ringan."

Deksametason biasanya digunakan untuk mengobati beberapa bentuk radang sendi, alergi parah dan asma, di antara kondisi lain, termasuk jenis kanker tertentu. Efek sampingnya bisa berupa sakit perut, sakit kepala, pusing, insomnia dan depresi.

"Menanggapi tingkat oksigen rendah sementara, seperti yang telah didiskusikan Dr Conley, kami memulai terapi deksametason, dan dia menerima dosis pertamanya kemarin," jelas Dr. Brian Garibaldi, salah satu dokter Trump.

"Rencana kami adalah melanjutkannya untuk sementara waktu," tambahnya.

Presiden juga melanjutkan pengobatan remdesivir - menyelesaikan dosis kedua pada Sabtu malam.

"Dia mentolerir infus itu dengan baik - kami telah memantau setiap potensi efek samping, dan dia tidak memiliki apa pun yang dapat kami ketahui," kata Garibaldi.

Pada malam yang sama, Trump mengunggah di Twitter pesan video dari Walter Reed, mengatakan dia "mulai merasa baik."

Pantauan Kesehatan Trump pada Minggu

Garibaldi menyampaikan, pada Minggu sekitar tengah hari, Trump merasa sehat. Dia menambahkan, Presiden bisa dipulangkan paling cepat pada Senin.

"Dia sudah bangun dan berkeliling. Rencana kami hari ini adalah menyuruhnya makan dan minum, bangun dari tempat tidur sebanyak mungkin untuk bergerak," jelasnya.

"Dan jika dia terus terlihat dan merasa sebaik yang dia rasakan hari ini, harapan kami adalah kami dapat merencanakan pemulangan paling cepat besok ke Gedung Putih di mana dia dapat melanjutkan terapi pengobatannya."

Seiring perjalanan penyakit Trump, ada pertanyaan yang masih tersisa seputar kondisinya.

Selama konferensi pers Minggu, Conley tidak memberikan rincian tentang apa yang ditunjukkan oleh X-ray atau CT scan terkait apakah ada kerusakan pada paru-paru Presiden.

"Kami melacak semua itu. Ada beberapa temuan yang diharapkan, tetapi tidak ada masalah klinis utama," kata Conley, tidak menjelaskan apakah temuan itu diharapkan pada pasien normal atau pasien Covid-19.

Dan sementara Conley mengatakan Trump mengalami demam "tinggi", dia belum memberikan rincian seberapa tinggi demam Trump, atau berapa suhu tubuhnya saat ini.

Rekomendasi