Turki disebut mengirim 4.000 pejuang Suriah ke Azerbaijan, untuk membantu negara tersebut melawan Armenia. Baru-baru ini, konflik kembali pecah antara Azerbaijan dan Armenia, yang menjadi musuh bebuyutan sejak beberapa dekade lalu.
Pengiriman pasukan itu disampaikan Duta Besar Armenia untuk Rusia pada Senin. Pasukan dikirim dari Suriah utara di tengah pertempuran yang pecah di wilayah Nagorno-Karabakh, seperti dilaporkan kantor berita Interfax.
Namun demikian, ajudan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Khikmet Gadzhiev membantah klaim tersebut.
"Rumor militan dari Suriah diduga dikerahkan kembali ke Azerbaijan adalah bentuk provokasi lain oleh pihak Armenia dan benar-benar omong kosong," kata Khikmet, dikutip dari Alarabiya, Selasa (29/9).
Duta besar tersebut mengatakan, para pejuang Suriah ambil bagian dalam pertempuran di Nagorno-Karabakh, sebuah wilayah Azerbaijan yang dikuasai etnis Armenia. Seperti diketahui, Turki adalah sekutu dekat Azerbaijan.
Pasukan Armenia dan Azeri saling baku tembak untuk hari kedua pada Senin di atas wilayah tersebut, dengan kedua belah pihak saling menuduh menggunakan artileri berat.