Konflik dan Virus Corona Memperburuk Situasi di Yaman, Ratusan Ribu Anak Kelaparan

Ditengah pandemi Covid-19 saat ini, Yaman salah satu negara di timur tengah diperhadapkan dengan situasi putus asa akibat kelaparan. Ratusan ribu orang dilaporkan mengalami kelaparan.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Konflik dan Virus Corona Memperburuk Situasi di Yaman, Ratusan Ribu Anak Kelaparan
Anak busung lapar di Yaman. ©Reuters

Ditengah pandemi Covid-19 saat ini, Yaman salah satu negara di timur tengah diperhadapkan dengan situasi putus asa akibat kelaparan. Ratusan ribu orang dilaporkan mengalami kelaparan.

Dengan krisis yang ada sekarang diperburuk oleh virus corona, PBB mengatakan lebih dari 20 juta orang, hampir setengah adalah anak-anak, membutuhkan bantuan kemanusiaan segera karena konflik yang sedang berlangsung.

Seperti dikutip dari Sky News, Jumat (18/9), Sekjen PBB, Antonio Guterres mengatakan, dia sangat khawatir dengan situasi di negara yang dilanda perang tersebut, dan mendesak negara-negara di seluruh dunia untuk menunjukkan solidaritas internasional.

“Kami perlu memobilisasi sumber daya untuk bantuan kemanusiaan yang sekarang jauh di bawah tingkat yang diperlukan, kami berada dalam situasi yang sangat dramatis, kita perlu mengakhiri konflik dan memastikan bahwa kita bergerak ke proses politik, pada saat yang sama kita perlu memobilisasi sumber daya serta menciptakan kondisi akses untuk mendukung populasi yang berada dalam situasi putus asa,” jelas Guterres.

“Jika saya boleh mengatakan sesuatu, dan saya adalah Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, rakyat Yaman selalu sangat murah hati, mereka menerima pengungsi dari Somalia datang ke pantai mereka, berbagi sumber daya dengan mereka bahkan dengan konflik di Yaman, selalu berbagi apa yang mereka miliki dan tidak miliki, orang-orang murah hati ini sekarang membutuhkan solidaritas Internasional,” tambahnya.

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengatakan negaranya akan memberikan bantuan sebesar 5,8 juta poundsterling atau Rp 110,7 miliar untuk membantu mencegah kelaparan di negara yang telah lama dilanda perang tersebut.

Departemennya mengatakan dukungan Inggris akan membantu setidaknya 500.000 orang rentan setiap bulan untuk membeli makanan dan kebutuhan rumah tangga, termasuk sabun dan obat-obatan.

Pada pertemuan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Raab mengatakan situasi keamanan di Yaman sekarang adalah terburuk dari yang pernah ada, dan ditambah dengan ancaman virus corona negara itu tidak pernah terlihat lebih mungkin untuk melakukannya.

Raab juga menyerukan “dukungan yang tak tergoyahkan” untuk rencana mengamankan gencatan senjata yang mengakhiri penderitaan.

Negara ini telah dihancurkan oleh konflik yang berkecamuk sejak 2014 antara pemerintahan Abdrabbuh Mansur Hadi dan gerakan bersenjata Houthi, yang keduanya mengkalim membentuk pemerintahan resmi.

Reporter Magang: Galya Nge

Rekomendasi