Seorang pejabat dari Partai Likud Israel mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk memfasilitasi warganya untuk melaksanakan ibadah haji, langsung dari Tel Aviv ke Mekkah, Arab Saudi.
Anggota Parlemen dari Partai Likud, Miki Zuhar mengatakan telah ada kemajuan dalam rencana ini, khususnya terkait pendekatan Netanyahu dengan Arab Saudi.
Dilansir dari laman Alaraby, Senin (24/2), Zuhar mengatakan telah meminta Netnayahu untuk mengambil keuntungan dari kedekatannya dengan Arab Saudi untuk memungkinkan para peziarah Muslim Israel pergi ke Arab Saudi dengan biaya yang wajar - 5000 shekel (sekitar Rp20 juta rupiah) daripada 30.000 shekel (sekitar Rp121 juta rupiah).
Advertisement
Sebelumnya, sekitar 30.000 peziarah dari Israel setiap tahun melakukan perjalanan ke Arab Saudi melalui Yordania. Seperti kebanyakan negara Arab, Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Namun negara kerajaan tersebut telah membuat sejumlah langkah baru-baru ini mengisyaratkan hubungan yang lebih hangat dengan negara Yahudi itu. Beberapa waktu lalu dilaporkan ada rencana pertemuan antara Netanyahu dan putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman.
Namun pada akhir Januari, Pangeran Faisal mengatakan kepada CNN bahwa warga Israel tidak diizinkan berkunjung ke Arab Saudi, setelah negaranya telah memberi warganya lampu hijau untuk berkunjung.
Reporter Magang : Roy Ridho