Presiden Guatemala Jimmy Morales mengumumkan akan memindahkan kantor kedutaan negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 16 Mei, atau dua hari setelah Pemerintah AS memindahkan kedutaan mereka. Ini adalah sebuah langkah kontroversial yang telah menimbulkan kecaman di seluruh dunia.
Pengumuman itu disampaikan Morales dalam forum konferensi tahunan Komite Urusan Umum Amerika Israel (AIPAC) di Washington. Langkah ini disebutnya sebagai bukti dukungan dan solidaritas Guatemala terhadap rakyat Israel.
"Pada Mei tahun ini, kita akan merayakan ulang tahun Israel ke-70 tahun dan di bawah instruksi saya, dua hari setelah pemindahan Kedutaan Besar AS. Guatemala akan mengikutinya dan memindahkan secara permanen kedutaan ke Yerusalem," ujarnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (7/3).
Anggota Komite Eksekutif Pembebasan Palestina (PLO) Hanan Ashrawi, mengutuk langkah ini sebagai sesuatu yang berbahaya dan provokatif.