Amerika Serikat akhirnya menunjuk Jeffrey DeLaurentis untuk menjadi Duta Besar AS untuk Kuba pertama dalam lima dekade terakhir. DeLaurentis ditunjuk langsung oleh Presiden Barack Obama.
"Penunjukan seorang duta besar adalah langkah awal untuk maju menuju hubungan yang lebih baik dan produktif antara dua negara ini," ujar Obama dalam sebuah pernyataan tertulis, seperti dikutip dari stasiun televisi Channel News Asia, Rabu (28/9).
Obama dan Presiden Kuba, Raul Castro, mengumumkan mencairnya hubungan kedua negara mulai terjadi pada Desember 2014. Sejak itu, Washington dan Havana mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki hubungan setelah bermusuhan lebih dari setengah abad.
Presiden Obama sendiri sudah mengunjungi Kuba dalam perjalanan santainya setelah embargo dilakukan AS sejak 1962. Penerbangan dan pelayaran dari Miami ke Havana juga sudah kembali dibuka.
DeLaurentis kini sudah berada di Havana, setelah sebelumnya bekerja sebagai perwakilan Negeri Paman Sam untuk Bogota dan PBB. Meski demikian, pencalonannya memerlukan konfirmasi dari Senat dan tampaknya akan menghadapi penentangan keras di Kongres.
Penolakan diperkirakan akan diberikan oleh beberapa senator Kuba-Amerika, termasuk Marco Rubio dan Ted Cruz. Rubio, dalam sebuah pernyataan, pernah mengungkapkan penunjukan dubes ini merupakan proyek warisan sebelum Obama lengser pada Januari mendatang dan 'tidak akan berpengaruh'.