Ada pemandangan tak biasa di tempat pendaftaran wajib militer Thailand. Banyak ladyboy atau wanita transgender ikut memenuhi balaikota Banglamung tempat seleksi digelar.Sesuai hukum Thailand, setiap pria yang berumur 21 tahun ke atas wajib mengikuti setidaknya satu kali masa dinas wajib militer. Sedangkan para transgender atau ladyboy, dibebaskan dari aturan itu.
"Syarat bebas wajib militer, mereka harus membuktikan sudah melakukan operasi kelamin," kata Komandan Skadron 2 sekaligus ketua seleksi Letnan Kolonel Peerapan Chuea-asa dikutip oleh ThePhuketNews.
Jika kelamin mereka masih laki-laki, walau dandanan sudah cewek, mereka masih kena aturan wajib militer.Maka para ladyboy berbondong-bondong datang ke tempat seleksi untuk membuktikan mereka sudah ganti kelamin dan tak harus bergabung dengan dinas militer. Para ladyboy datang dengan dandanan wanita. Hal ini memancing tawa dari beberapa peserta seleksi dan masyrakat yang melihat. Ladiboy memang jadi fenomena di negeri gajah putih itu. Pariwisata di Thailand menjual show para ladyboys di bar-bar dan gedung pertunjukan. Kebanyakan ladyboy juga bisa diajak untuk memenuhi napsu para turis yang penasaran.Kasus terakhir yang menghebohkan, Sexy Pancake, nama panggung seorang ladyboy Thailand, menjemput ajal usai penisnya diamputasi. Niwat Sangmor, nama asli sang waria, menderita kanker penis stadium tiga sebelum akhirnya meninggal pekan lalu.Seminggu sebelum didiagnosa, Sangmor datang ke sebuah klinik di Khon Kaen, timur laut Thailand untuk memeriksakan diri. Ahli medis mengatakan, kanker penis yang diderita pria 27 tahun itu merupakan akibat dari terlalu sering menyembunyikan penisnya agar terlihat seperti perempuan.The Sun, Selasa (17/5) melaporkan, diduga darah tidak mengalir lancar di alat kelaminnya yang menyebabkan munculnya sel-sel kanker tersebut.